SENJATA STANDAR BRIMOB AK-101/102 DAN SPESIFIKASINYA

Sejarah Singkat AK-101/102 Masuk Ke Korps Brimob

               Pada masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Rusdiharjo, Asisten Operasi Kapolri yang kemudian menjadi Kapolri Jenderal Polisi Surojo Bimantoro, Asisten Perencanaan Kapolri Inspektur Jenderal James D. Sitorus, Direktur Logistik Polri Brigjen Pol. Sistyanto, Kepala Korps Brimob Polri dijabat oleh Inspektur Jenderal Jusuf Manggabarani, bulan Maret tahun 2000, menilai perlunya untuk menambal minimnya persenjataan Brimob yang pada saat itu, separuh pasukan Brimob tidak menyandang senjata. Dari 31 ribu personel, senjata yang tersedia hanya 17 ribu pucuk lebih, sementara pergolakan terus menyala di mana-mana.

AK-101 termasuk senjata akurat untuk snipping hingga jarak 700 m dengan dilengkapi visir optik

               Pada 24 Maret 2000 Turun surat perintah Kapolri Jenderal Rusdihardjo No. Sprin/1013/III/2000 perihal presentasi dan uji coba senapan serbu AK-101 dan AK-102 di Rusia. Tanggal 27-31 Maret 2000, Tim Mabes Polri yang dipimpin Brigjen Pol. Logan Siagian, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Polri ketika itu, berangkat ke Moskow untuk melakukan uji coba. Mereka ditemani Dirut Austamindo Environmental Services, Ny. Amaniah Rai (Austamindo Environmental Services adalah agen State Corporation Rosvoorouzhenie, perusahaan negara Rusia produsen AK-101 dan 102). Dalam rombongan, juga turut Wakil Komandan Batalyon Pasukan Amphibi, Mayor A.L. Situmorang. Uji coba digelar 29 Maret di Central Scientific Research Institute Klimovsk, Moskow. Untuk mengetes daya tahannya, senapan dijatuhkan dari ketinggian 7 meter, yang biasanya cukup 3 meter.

Kelengkapan tambahan standar AK-102 : 2 buah Magazen, tali sandang, tas magazen, set kunci dan sikat pembersih, minyak senjata

               Empat ribu (4000) pucuk dari dua tipe: AK-101 (3.000 pucuk)  dan AK-102 (1.000 pucuk) kaliber standar NATO 5,56 x 45 mm dibeli dengan total harga mencapai Rp. 17.480.968.000 dengan kontrak ditandatangani pada 12 Oktober 2000. Harga AK-101 US$ 436,10 per pucuk dan AK-102 US$ 422,04 per pucuk. Dana diambil dari anggaran rutin yang diajukan ke Departemen Keuangan. Tanggal 30 Januari 2001, Surat Kapolri kepada Kepala Bappenas perihal permohonan tambahan anggaran untuk pengadaan peralatan dan pembangunan fasilitas Polri bernilai total Rp 3,3 triliun lebih, termasuk di dalamnya anggaran pembelian 1.300 pucuk AK-101 dan AK-102 senilai Rp. 5.996.900.000,-.

Kelengkapan tambahan standar AK-101 : 2 buah Magazen, tali sandang, tas magazen, set kunci dan sikat pembersih, minyak senjata, bayonet dan sarung bayonet

               AK-101 merupakan versi ekspor dari varian AK-74 5.45mm guna merebut pasar. Russia merupakan saingan Amerika di dalam hal produksi senjata sejak masa Perang Dingin sehingga meniru kaliber senjata Amerika (NATO), sehingga masuk di akal bila Russia ingin mendapatkan keuntungan yang berupa :
a.      Memasuki pasar global persenjataan militer dunia, hingga akhirnya menyaingi dan pasaran senjata-senjata berkaliber peluru 5,56 x 45 mm NATO, seperti M-16, M-4 (CAR-15) dan FN Carbine.
b.      Merupakan wahana strategis bagi tentara Russia dan negara-negara lain pengguna AK-101 untuk memanfaatkan peluru-peluru berkaliber 5,56 x 45 mm NATO, jika suatu saat nanti terjadi perang antara Russia dan negara-negara pengguna AK-101 dengan negara-negara yang menggunakan standar peluru 5,56 x 45 mm NATO.

Keunggulan / Alasan Membeli Senjata AK 101/102

  • minimnya persenjataan Brimob
  • lebih murah
  • tahan banting dari ketinggian 7 meter
  • penawaran PT Pindad untuk senapan SS-1 terlampau mahal, yakni sampai US$ 825 per pucuk walaupun kemudian diturunkan menjadi US$ 475 per pucuk
  • akurasi tinggi
  • sangat praktis
  • daya tahan prima di berbagai medan berat
  • pasokan dijamin oleh pihak Rusia, produksi 2.000 pucuk per bulan
  • AK 101 dengan teleskop jarak jauh cukup efektif untuk melakukan snipping hingga jarak 700 m
  • tahan terhadap cuaca dan air
  • senapan serbu peringkat pertama
  • tidak berubah kualitasnya meskipun terendam dalam air lumpur selama seminggu

Kekurangan

  • secara pasti belum ditemukan kekurangan. Namun, dari beberapa pengalaman di medan tugas di Aceh th. 2001, terjadi kendala pada pegas magazen sehingga amunisi tidak terdorong masuk kamar dan amunisi tersangkut di bawah kamar
  • tali sandang standar pabrik sangat mudah rusak bila terkena air
  • bagian luar senjata mudah berkarat
  • grendel/pengokang di sebelah kanan sehingga gerak lebih lambat dalam pertempuran yang memerlukan kecepatan

Spesifikasi

Tipe     : Senapan serbu

Nama Resmi     : Avtomat Kalashnikov – 101

Negara asal     : Rusia

Mode Menembak     : single shot (semi-otomatis), three-shot burst fire (satu tarikan picu tiga tembakan), dan otomatis

Dirancang     : untuk menggantikan AK – 74 5,45 mm.

Digunakan oleh     : Indonesia, Bhutan, Malaysia, Pakistan, Somalia, Uruguay, India, Venezuela, Cyprus, Uni Emirate  Arab

Perancang     : Mikhail Kalashnikov

Tahun     : 1994

Varian     : AK-103, AK-104, AK-105, AK-107, AK-108

Berat Kosong     : 3,6 kg (AK-101), 3,2 kg (AK-102)

Berat Isi     : 4.0 kg (AK-101), 3,6 kg (AK-102)

Panjang Popor terbuka     : 943 mm (AK-101), 824 mm (AK-102)

Panjang Popor terlipat     : 705 mm (AK-101), 586 mm (AK-102)

Panjang laras     : 415 mm (AK-101), 314 mm (AK-102)

Peluru     : NATO kal. 5.56 x 45 mm atau sama dengan peluru Remington .223 (peluru standar senapan serbu Amerika  Serikat M-16 dan turunannya)

Mekanisme     : Penggerak gas, bolt berputar

Rata² tembakan     : 600 butir/menit (Automatis), 100 butir/menit (Auto Burst/semi), 40 butir/menit (Tembaktunggal)

Kecepatan peluru      : 910 m/detik (AK-101); 850 m/detik (AK-102)

Jarak efektif     : 450 m

Amunisi     : Magazen 30 butir

Alat bidik     : Pembidik yg bisa disetel, dilengkapi dengan plat optik guna penempatan teropong

Alat  tambahan    : pelontar granat jenis GP-30
Bahan     : komposit modern, antara lain polimer yang menjadikannya jauh lebih ringan dari versi  terdahulunya

Popor     : popor lipat ke dalam

Pegangan Pistol     : terbuat dari plastik yag sangat kuat

Beberapa Trik Untuk Kecepatan Taktikal

  1. Pemasangan Magazen Ganda atau Tiga. (dua magazen diikat menyatu dengan posisi berlawanan/terbalik. atau, tiga magazen diikat menyatu dengan magazen yang di tengah berlawanan/terbalik dari dua magazen lainnya)
  2. Membuka/menutup kunci (saat siaga tempur) dengan tangan penyangga di lade/pegangan pelindung laras
  3. Mengisi senjata (memasukkan peluru) dengan tangan penyangga di lade/pegangan pelindung laras dengan sikap senjata agak dimiringkan searah tangan pengokang grendel guna mendapatkan kekuatan tangan saat menarik grendel
  4. Mengganti magazen (saat terpasang magazen tunggal yang sudah kosong) dengan mengambil magazen baru (berisi) dengan cara memalangkan magazen baru di pengait kunci magazen, lalu mendorong pengait hingga magazen kosong terlepas dan jatuh, kemudian pasang magazen baru (berisi)
  5. Saat membidik, sedikit jauhkan pandangan dari visir belakang sebab kerap terjadi bahwa visir belakang menjadi kabur/kurang jelas (AK-102/relatif pada pengguna)

Sumber :

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2001/03/26/LU/mbm.20010326.LU119009.id.html

http://usfatah.blogspot.com/

http://revolusidamai.multiply.com/journal/item/210?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: