Archive for the Brimob Category

JANGKRIK BOSS..!!! & KASUS “INTAN”

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Satuan III/Pelopor with tags on 10 January 2010 by Roganda

(Pengalaman lucu dari Sudan untuk Manajemen Stres)

Ada yang ingat salah satu cuplikan dialog dari film CHIP WARKOP DKI – Dono Kasino Indro? Diceritakan di situ, ketika megejar penjahat, secara tidak sengaja Kasino memergoki sang bos berpacaran di hutan kota. Setiap kali Kasino menyahut “Jangkrik bos…!!!” di depan sang bos, sang bos pasti memberi uang tutup mulut agar Kasino tidak membuka rahasia si bos…  Hahaha…cuplikan yang lucu yang membuat kita tertawa.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kebosanan, jenuh atau menurunnya kondisi kejiwaan bagi individu pasukan FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia yang bertugas dalam misi internasional-UNAMID, antara lain:

  • Iklim yang ekstrim yaitu dingin sekali dan panas sekali
  • Benturan budaya lokal yang berbeda dengan budaya di tanah air, termasuk perbedaan bahasa
  • Budaya kerja di lingkungan internasional yang berbeda dengan budaya kerja di tanah air atau kegiatan yang rutin dan padat
  • Masalah pribadi berupa masalah yang dihadapainya dalam keluarga atau pacar
  • Selisih paham atau konflik dengan sesama rekan kerja
  • Kondisi keuangan terkait tingginya harga-harga barang
  • Dsb.

Menghadapi itu, anggota FPU II memiliki cara masing-masing untuk mengusir rasa jenuh yang dia hadapi. Ada yang suka memperdalam kehidupan relijiusnya, ada yang suka membaca buku atau “browsing” dan nonton film, ada yang asyik dengan “facebook”, ada yang asyik menulis atau “blogging” dan lain-lain seperti nyanyi karaoke, bermain batu domino, chatting dengan keluarga/pacar/teman/atau bergabung dalam “chatting room”, bertaman, memelihara burung, berolahraga, bermain “Play Station”, atau membuat perabot dari kayu, bahkan ada yang tergolong unik seperti “Adu Jangkrik”.

Adu Jangkrik

Beberapa anggota memelihara jangkrik jantan hasil tangkapan. Ada yang memiliki lima atau lebih dan masing-masing diberi nama. Setelah kembali dari tugas rutin, pemilik jangkrik yang satu akan mendatangi dan menantang pemilik jangkrik yang lain dengan membawa sangkar jangkrik buatan sendiri yang berisi jangkrik-jangkrik jantan “aduan”. “Adu Jangkrik” ini ternyata lucu, seru, dan unik. Caranya adalah, menyediakan wadah sebagai “ring atau arena” seperti kotak, ember kecil, mesting atau sejenisnya. Kemudian dua jangkrik “aduan” itu dilepas ke dalam wadah tadi dan salah satu jangkrik dibuat “marah” dengan mengusap-usap kepala atau bagian ekor jangkrik dengan kuas khusus buatan yang sangat kecil. Setelah salah satu jangkrik marah, dia akan mengira jangkrik yang lain telah mengganggunya lantas mengejar dan mencoba menggigitnya. Jangkrik yang diserang pasti tidak akan terima dan akan memberi perlawanan. Seekor jangkrik dianggap kalah apabila menghindar dari lawan dan jangkrik pemenang akan berbunyi merayakan kemenangannya.

Kasus “Intan”

Sungguh pengalaman pahit yang menimpa teman sebagai korban, tetapi pengalaman lucu yang tidak terlupakan bagi teman-teman sebagai pelaku. Adalah suatu hal yang sering dilakukan untuk mengusir jenuh dengan bergabung dalam “chatting room” yang banyak “cewek”nya. Pada suatu hari, si Marko (bukan nama sebenarnya) “online” dari laptop di kamarnya dan bergabung ke dalam salah satu “chatting room”. Dari kamar sebelah, si Bon (bukan nama sebenarnya) bersama beberapa orang telah berkumpul dan bermufakat usil untuk “online” dan bergabung ke “chatting room” yang sama dengan menyamar sebagai “cewek” bernama Intan. Singkatnya, merekapun saling memperkenalkan diri dan terlibat percakapan “panas” panjang x lebar. Setelah mereka mulai “asyik”, “seru”, dan semakin penasaran, si Marko menanyakan Intan apakah punya “web cam” (kamera video) atau tidak?! Seperti buruan masuk ke dalam perangkap, Intan dengan cepat menjawab “punya!” dan langsung mengaktifkan “web cam”nya. Betapa terkejutnya si Marko melihat gambar Intan yang tidak memakai baju adalah Bon, laki-laki, orang yang dia kenal dan teman sebelah kamarnya!!! Dari kamar sebelah, semua orang tertawa lepas sambil memanggil nama, Intaaann…hahahaha…

FPU II INDONESIA DI DARFUR SUDAN

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Perwira Polri Reguler XXXVI, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor on 13 December 2009 by Roganda

Formed Police Units (FPU) merupakan 125 s.d. 140 personil unit polisi dengan reaksi mobilitas yang benar-benar cepat yang seluruhnya terbentuk dari satu kontingen, menyokong unit sendiri dengan utuh dan memperlengkapi peralatan, tunduk pada hukum sipil dan tata tertib lainnya, mendukung perkembangan kemampuan polisi lokal, dan kemampuan polisi sebagai individu. Perserikatan Bangsa Bangsa untuk pertama kalinya mengirim FPU pada bulan Oktober 1999 ke Cosovo, kemudian di Timor Leste. Operasi tersebut telah merubah komponen polisi di Department Peacekeeping Operations UNDPKOs. Evolusi operasional telah berperan dalam stabilisasi dan pengamanan pemilu di Liberia, Haiti, Pantai Gading, dan R.D. Kongo.

Formed Police Units II Garuda Bhayangkara Indonesia memiliki kemampuan Penanggulangan Huru Hara, Search And Rescue, Penjinakan Bom, Investigasi, Intelijen, Kontra Teroris, Perlindungan VVIP, Penembak Jitu, Komunikasi Elektronik, Mekanik, Memasak dan Kedokteran dan dipimpin oleh seorang perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi.

Setelah sehari sebelumnya diupacarakan oleh Kapolri, FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma menuju Bandar Udara El Fasher, Darfur–Sudan pada tanggal 17 Oktober 2009. Dan, secara resmi diterima untuk menggantikan FPU I Garuda Bhayangkara Indonesia yang telah selesai bertugas selama satu tahun dalam operasi hybrida antara PBB dan Uni Afrika yaitu UNAMID (United Nations African Mission In Darfur). FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia yang fokus utamanya adalah mendukung petugas polisi perorangan agar efektif melaksanakan tugas sesuai mandat yang diberikan, akan bertugas hingga Oktober 2010. Selama satu tahun, FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia akan membantu melindungi komunitas lemah dari ancaman kekacauan, memimpin patroli dengan mayakinkan, dan mengawal tugas-tugas ke Internally Displaced Persons (IDP’s) Zam Zam atau Abu Shouk dan El Salam dengan sebaik mungkin untuk memelihara kehadiran PBB di kamp IDP. Selain itu, FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia juga akan membantu tugas monitoring dan melindungi personil PBB/Uni Afrika dan fasilitas-fasilitasnya.

Kegiatan-Kegiatan FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia

Pembagian Tugas

Sesuai kebutuhan organisasi, dalam satu FPU dapat terbagi menjadi dua bagian yaitu kelompok staff dan tactical. Staff sebagai pendukung tactical melaksanakan tugas administrasi, operasional, finance, camp security, komunikasi & elektronik, mekanik, juru masak, penghubung, dan kesehatan. Unit tactical akan melaksanakan tugas-tugas taktis seperti patroli, pengawalan, monitoring, perlindungan terhadap aset PBB/AU dan masyarakat, serta memberikan pelatihan-pelatihan kepada polisi lokal. Pelaksanaan patroli menggunakan kekuatan satuan setingkat peleton dan bergabung dengan Police Advisor, Language Assistance, badan-badan PBB seperti UNICEF, UNHCR, dan sebagainya.

Patroli dan Pengawalan

Patroli gabungan dilaksanakan bersama antara FPU setingkat peleton, Police Advisor, Penerjemah bahasa lokal, dan badan-badan PBB lainnya. Setelah koordinasi dan siap melaksanakan patroli, team akan berangkat menuju Internally Displaced Persons (IDP’s) dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dan mengumpulkan informasi dari GoS (Government of Sudan) Army/Police, SLA (Sudan Liberation Army), Umdah (kepala suatu IDP’s) yang menguasai daerah yang akan dilalui atau dikunjungi. Sebelum memasuki IDP’s, informasi dibahas untuk diolah kembali untuk persamaan persepsi di dalam CPC (Community Policing Center) yang terdapat di dalam IDP’s. Setelah itu, team patroli akan memasuki IDP’s untuk mengumpulkan informasi dan mengetahui situasi dan kondisi terakhir dengan melakukan dialog langsung dengan pengungsi. Dalam satu rangkaian patroli, taktikal menggunakan satu atau dua mobil Land Cruiser lapis baja, tiga atau empat mobil patroli double cabin, satu mobil ambulance, dan satu atau dua APC (Armoured Personnels Carrier).

 Convoy

Mempertahankan Kemampuan dengan latihan

Untuk menjaga kebugaran fisik dan membina kemampuan, telah dibuat jadwal rutin olah raga dan latihan kemampuan. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan tugas pokok sesuai mandat. Para pelatih atau instruktur berasal dari taktikal atau staff yang menguasai bidang yang akan dilatihkan.

Promosi Budaya Indonesia kepada masyarakat mancanegara

Pada kesempatan-kesempatan tertentu, FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia mempertontonkan budaya tradisional Indonesia seperti tari-tarian, memberikan informasi tentang keindahan nusantara serta tempat-tempat wisata, dan keindahan Bhinneka Tunggal Ika.

FPU II Indonesia bersama Rwanda Army

Bersama Police Advisor dari Rwanda dan Jordan


Bersama Police Advisor di dalam IDP’s

 

Kasus temuan patroli berupa pembakaran sekolah di malam hari

FPU II Indonesia mempertontonkan tarian Kecak di hadapan rekan-rekan dari PBB/Uni Afrika (mancanegara)

Berangkat – Transit – Tiba

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Perwira Polri Reguler XXXVI, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor, Secapa Polri, VVIP on 18 October 2009 by Roganda

Misi yang Menantang dan Bersejarah

bagi Polri, Indonesia, dan Dunia Internasional

Berangkat

FPU II (Formed Police Units) Indonesia secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Brigjen Pol. Boy Salamudin (mewakili Deops Kapolri dan Bhayangkari) dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju daerah misi di El Fasher, Darfur–Sudan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2009 tepat pukul 19.00 Wib dengan pesawat A 310 yang disewa PBB dari J-ATE Jordan Aviation untuk bergabung dalam misi UNAMID.
Beliau menyampaikan beberapa hal untuk diperhatikan yang berintikan DISIPLIN, yaitu antara lain:
1. Sejak berada di dalam pesawat sewa PBB berlaku dan tunduk pada ketentuan PBB.
2. Setiap anggota adalah duta Polri, bangsa, Negara, dan PBB.
3. Pertahankan prestasi yang telah diraih oleh FPU I Indonesia.
4. Dari Bandara Halim Perdanakusuma berangkat 140 personil, pada bulan yang sama pada tahun berikut di tempat yang sama diharapkan kembali dengan jumlah yang sama.
5. Unsur pimpinan adalah wakil Kapolri di daerah tugas. Oleh karena itu, tetap laksanakan latihan kemampuan, pembinaan, dan jaga profesionalismean dalam tugas.

Bravo Squad

Penerbangan
Setelah beberapa kali mengalami penundaan, akhirnya keberangkatan dapat dipastikan setelah FPU-er memasuki kabin pesawat yang siap membawa FPU II Indonesia ke daerah misi. Di dalam kabin pesawat terggambarkan semangat FPU-er dalam misi luar negeri pertamanya yang sudah siap melanjutkan eksistensi Polri dan Indonesia dalam misi perdamaian PBB di benua Afrika.
Selama penerbangan, cuaca cukup clear sehingga pesawat A 310 yang disewa PBB tersebut cukup nyaman tanpa mengalami gangguan serta crew pesawat Jordan Aviation yang cukup ramah. Hal itu terasa dari beberapa kesempatan crew pesawat mencoba menciptakan suasana akrab dengan mengajak ngobrol para penumpang walaupun terlihat beberapa personil tidak nyambung karena dialek bahasa inggris yang masih asing.

Transit

Penumpang tidak boleh keluar dari pesawat

Transit pertama adalah di Kolombo-Sri Lanka pada pukul 01.13 Wib 18 Oktober 2009. Pesawat di cek kembali dan dipersiapkan untuk terbang kembali 1 jam kemudian. Pada kesempatan tersebut juga terjadi pergantian crew pesawat. Setelah reload bahan makanan termasuk recleaning, pesawat kemudian terbang kembali menuju Aden International Airport-Yaman. Kegiatan penerbangan tersebut selalu ter-update melalui Facebook qaqanda@yahoo.com yang terposting melalui SMS (Short Message Service) dengan tarif Rp. 100,- yang jauh lebih murah apabila mengirim khabar kepada keluarga di Indonesia yaitu Rp. 4000,- ke nomor handphone di Jakarta.

Transit kedua, mendarat pukul 08.00 Wib 18 Oktober 2009 di Aden-Yaman untuk pergantian crew, recleaning, reload makanan, dan pengecekan kesiapan pesawat. Pesawat kembali tinggal landas pada pukul 09.00 Wib menuju El Fasher-Darfur, Sudan.

Tiba di El fasher

Turun dari pesawat di El Fasher Airport-Darfur

Apel penerimaan FPU II di daerah misi

FPU II Indonesia mendarat dengan selamat di Bandara El Fasher atau daerah misi di Darfur, Sudan pada pukul 12.30 Wib 18 Oktober 2009. Turun dari pesawat, para para unsur pimpinan FPU I Indonesia sudah siap menyambut kedatangan seluruh FPU II Indonesia untuk melaksanakan misi UNAMID. Tugaspun segera beralih.

FPU II Siap Melaksanakan Misi PBB Ke Darfur – SUDAN

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Perwira Polri Reguler XXXVI, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor on 16 October 2009 by Roganda

Oleh Roganda

Setelah melalui tahapan-tahapan persiapan terencana termasuk pembekalan dan latihan komprehensif terkait penugasan Hybrid Operation in Darfur-Sudan (United Nations dan Africa Union – UNAMID), Kapolri melepas keberangkatan 140 personil FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia dan 10 personil Police Advisor Garuda Bhayangkara Indonesia untuk tugas selama 1 tahun dalam upacara yang dilaksanakan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri pada hari Kamis, 15 Oktober 2009 pukul 08.00 WIB. Upacara tersebut dihadiri juga oleh Yang Mulia Duta Besar Sudan untuk Indonesia Ibrahim Busyra Muhammed Ali, Irwasum Polri, Kakorbrimob Polri dan para pejabat teras Mabes Polri, serta perwakilan dari departemen terkait.

Dalam amanat Kapolri, anggota FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia diharapkan mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya seperti yang telah dilaksanakan oleh FPU I Garuda Bhayangkara Indonesia, secepat mungkin mempelajari kultur setempat, menyadari bahwa penugasan ini adalah bentuk kehormatan dan kepercayaan internasional kepada Indonesia dan setiap individu adalah duta Polri sekaligus duta bangsa dan negara. Kapolri juga berharap agar situasi di Darfur segera membaik sehingga FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia ini akan menjadi pengiriman yang terakhir ke Darfur-Sudan.

keberangkatan2keberangkatan1

DetikNews/Hery Winarno(foto atas); Kompas/Dhoni Setiawan(foto bawah)

Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Ibrahim Busyra Mohammed Ali berterimakasih dan mengapresiasi langkah Indonesia untuk mengirimkan FPU II. “Itu kontingen kedua dari Polri ke Darfur, dalam rangka membina hubungan baik diantara keduanya. Kuncinya adalah untuk melihat stabilitas keamanan di Darfur sekarang,” jelasnya. Ditambahkannya, berkat bantuan dari Polri dalam pasukan PBB, kondisi di Sudan sudah mulai membaik. “Sangat baik, keamanan baik, jalan pemerintahan juga baik. Sekarang sedang ada pembicaraan antara PBB dan pemerintah Sudan,” tutupnya.

FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia akan berangkat menuju daerah misi di El Fasher-Darfur, Sudan dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma-Jakarta, pada hari Sabtu, 17 Oktober 2009 pukul 18.30 WIB dengan maskapai penerbangan Jordan Air yang disewa PBB   untuk mendukung berjalannya Darfur Peace Agreement, sama dengan misi yang telah dilaksanakan oleh FPU I Garuda Bhayangkara Indonesia dengan sangat baik.

Persiapan “Formed Police Unit” Pengganti

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Perwira Polri Reguler XXXVI, Satuan III/Pelopor on 17 September 2009 by Roganda

Oleh Roganda

Dalam rangka ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sesuai dengan Alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemerintah Republik Indonesia senantiasa berperan aktif dalam ikut mewujudkan perdamaian dunia. Dan,  atas prakarsa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagaimana ditetapkan dalam Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa/DK PBB Nomor 1769 Tahun 2007 yang memberikan mandat kepada United Nations Department of Peacekeeping Operations/UNDPKO untuk melaksanakan Hybrid Operation/Operasi gabungan antara PBB dan Uni Afrika/AMIS (African Union Mission In The Sudan) di Darfur, Sudan dengan nama United Nations Africa Mission In Darfur/UNAMID yang dimulai tanggal 1 Januari 2008 dengan melibatkan 19.555 personel militer dari Uni Afrika, 3.772 personel Polisi dan 19 FPU. Serta, atas permintaan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada Pemerintah Republik Indonesia agar Republik Indonesia dapat ikut serta dalam misi Pemeliharaan Perdamaian di Darfur, Sudan dan hasil pertemuan konsultasi antara Pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 24 Januari 2008 dipandang perlu mengirimkan Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) Indonesia untuk misi Pemeliharaan Perdamaian di Darfur, Sudan; Mabes Polri telah mengirim 140 personel Pasukan Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) Indonesia I ke Sudan, Kamis 9 Oktober 2008 di bawah pimpinan AKBP Drs. Johni Asadoma, M.Hum (Kasatgas) dan KOMPOL Reinhard Hutagaol, SIk (Wakasatgas). Pasukan ini bergabung dengan pasukan dari negara lain dan bertugas efektif pada tanggal 12 Oktober 2008 pada UNAMID.

FPU 1 Indonesia Peleton 3

FPU I INDONESIA 2008

Penugasan 140 personel Pasukan Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) Indonesia I yang terbentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 tahun 2008 tentang Satuan Tugas Unit Polisi Berseragam (Formed Police Units) Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian di Darfur – Sudan dan ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Pebruari 2008, berakhir pada tanggal 12 Oktober 2009 (365 hari). Oleh karena itu, Mabes Polri kembali membentuk 1 FPU pengganti dengan melalui tahapan seleksi untuk mempersiapkan 140 orang personil yang meliputi :

  1. Tes Bahasa Inggris
  2. Tes Bahasa Arab
  3. Tes Kesehatan Jasmani
  4. Tes Kesamaptaan
  5. Psikotes

Setelah terbentuk, latihan kemampuan dilaksanakan selama 30 hari terhitung 1 September s.d. 6 Oktober 2009 (6 hari cuti Idul Fitri) di Mako Korbrimob Polri-Kelapadua, Sekolah Bahasa Polri-Cipinang, dan Pelabuhan Ratu-Sukabumi. FPU pengganti ini diberi nama Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) II Indonesia yang akan dipimpin AKBP Nazluddin Zulkifli sebagai Kasatgas dan didampingi KOMPOL Rantau sebagai Wakasatgas agar mampu melaksanakan tugas:

  1. Memelihara Kamtibmas :
    a. Pemeliharaan Ketertiban Masyarakat
    b. Pengendalian Massa (Crowd Control)
    c. Perlindungan Personil dan Property PBB
  2. Mengisi “Capacity Gap” (kekurangan) :
    a. Patroli
    b. Memberikan Dukungan Taktis
  3. Peningkatan Kapasitas :
    a. Memperbanyak Petugas Lokal
    b. Mentoring.

Para Peserta Seleksi dari Brigade Mobile English Club 1 a

Latihan Menembak Reaksi

Ford Everest AmbulanceMazda PatrolV-GORKraz

Peserta seleksi calon anggota FPU II 2009; English Club; Latihan Menembak; Beberapa Kendaraan FPU Indonesia

yaitu melalui latihan kemampuan:

  1. Navigasi(Peta/GPS/Kompas)
  2. Menembak (Senpi Pistol Glock, Senpi Steyr AUG3, Sniper, Menembak malam & Reaksi, dsb)
  3. Bahasa Inggris
  4. Bahasa Arab
  5. Mengemudi (Kendaraan Steer kiri, APC, Truk, dsb.)
  6. Pemeliharaan dan Perawatan Kendaraan Bermotor
  7. JUKMINU PBB
  8. CRT (Crisis Response Team)/CQB (Close Quarter Battle)/PJD (Pertempuran Jarak Dekat)/Wanteror
  9. Negosiasi/Mediasi
  10. Peran Polri dalam Misi PBB
  11. Analisis Daerah Operasi (El Fashr-Darfur-Sudan)
  12. Budaya Sudan
  13. M.O.P.
  14. Hukum Humaniter Internasional
  15. Hak Azasi Manusia
  16. Kesehatan Lapangan dan Penyakit Menular
  17. Manajemen Stress
  18. Survival/Manage
  19. PHH (Penanggulangan Huru Hara/Crowd Control)
  20. Speedmarch
  21. TPTKP (Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara)
  22. Patroli Pengawalan
  23. VVIP/VIP Protection
  24. Evakuasi, Crisis Management
  25. Naik dan Turun Kendaraan
  26. Komunikasi Radio
  27. PAM Markas, Serah-terima Penjagaan, Pos Pemeriksaan (Check Point)/Blokade Jalan
  28. Keterampilan photograhpy dan videography (Documentary)

3

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan (standar PPB/Requirements) dalam penugasan internasional/PBB:

  1. Memiliki sertifikat kesehatan (total medical check) & Vaksinasi (9 jenis)
  2. Memiliki SIM Internasional dan Paham Safety Driving
  3. Identifikasi (Sidik Jari & Odontology)
  4. Masa Dinas Minimal 5 (lima) tahun
  5. dsb (lihat ketentuan standar PBB).

Menurut rencana, FPU II akan serah terima tugas pada tanggal 12 Oktober 2009 di Super Camp El Fashr Darfur – Sudan. Artinya, latihan akan dipadatkan dalam satu bulan.

Link terkait:

Konflik Di Sudan

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Perwira Polri Reguler XXXVI, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor, Secapa Polri on 16 September 2009 by Roganda

 

Sudan Flag

Hari Kemerdekaan, 1 January (1956)-(dari Mesir dan Inggris); Motto: Al-Nasr Lana (bahasa Arab: Kemenangan adalah Milik Kita); Lagu  : Nahnu Jundullah Jundulwathan (“Kita adalah Pasukan Tuhan dan Tanah Kita”); Presiden Umar Hassan Ahmad al-BASHIR (sejak 16 Oktober 1993); Wakil Presiden 1 Salva KIIR (sejak 4 Agustus 2005), Wakil Presiden 2 Ali Osman TAHA (sejak 20 September 2005); Pemilu terakhir 13-22 December 2000, Pemilu berikutnya direncanakan bulan Pebruari 2010

Lambang Sudan

Lambang Negara Sudan

1. Geografi

Sudan, secara resmi bernama Republik Sudan, merupakan negara terbesar di Afrika dilihat dari sisi wilayahnya. Luas wilayahnya 2.505.813 km2 atau 967.494 mil persegi (daratan: 2.376 juta km2 dan perairan: 129,810 juta km2).

  • Utara berbatasan dengan Mesir;
  • Laut Merah di sebelah Timur Laut;
  • Eritrea dan Etiopia di Timur;
  • Kenya, Uganda dan Kongo (Kinshasa) di sebelah selatan;
  • Republik Afrika Tengah dan Chad di sebelah barat; dan
  • Libia di sebelah barat laut. Continue reading

DETASEMEN D SATUAN III PELOPOR KORPS BRIMOB POLRI

Posted in Atribut, Brimob, Detasemen D Satuan III Pelopor, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor on 9 September 2009 by Roganda

TUNGGUL DETASEMEN D SATUAN III PELOPOR
“SATYA BHAKTI PRASAJA”

INDONESIA 64 TAHUN

Posted in Atribut, Brimob, Perkenalan, Perwira Polri Reguler XXXVI, Satuan III/Pelopor on 14 August 2009 by Roganda

Aku ingin Indonesia Bangkit

Aku ingin Indonesia Maju

Aku ingin Indonesia Berlari

Aku ingin Indonesia Menang

Aku ingin Indonesia Selamat

Aku Ingin Indonesia Selamat

Aku ingin Indonesia Berpancasila

Aku ingin Indonesia Makmur

Aku ingin Indonesia Damai

Aku ingin Indonesia Sejahtera

Aku ingin Indonesia Selamat

Indonesia Need mehttp://www.facebook.com/roganda

DETASEMEN C SATUAN III PELOPOR KORPS BRIMOB POLRI

Posted in Atribut, Brimob, Detasemen C Satuan III Pelopor, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor on 9 August 2009 by Roganda

TUNGGUL DETASEMEN C SATUAN III PELOPOR
“CENDEKIA HANDAL SETIA”

 

1. Nama : ” CENDEKIA HANDAL SETIA ”
2. Warna Lambang:

  •   a.    Anak panah dan Trisula berwarna kuning.
  •   b.    Burung Elang laut berwarna coklat dengan leher putih.
  •   c.    Pita berwarna kuning.

3. Nama Tunggul: ” CENDEKIA HANDAL SETIA ”

Yang artinya : Kesatuan yang memiliki kecerdasan keimanan dengan kemampuan yang dapat diandalkan dalam melaksanakan tugas yang diemban demi menjaga kesatuan serta keutuhan negara yang dilandasi sikap keikhlasan dan kejujuran.

KOMITMEN MORAL DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI POLRI

Posted in Brimob, Perwira Polri Reguler XXXVI, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor, Secapa Polri with tags on 9 June 2009 by Roganda

KAMI ANGGOTA POLRI DENGAN PENUH KESADARAN DAN KESUNGGUHAN MENYATAKAN UNTUK SENANTIASA :

  1. MELAKSANAKAN TUGAS POKOK FUNGSI DAN PERANAN DENGAN PENUH DEDIKASI DAN TANGGUNG JAWAB YANG TINGGI KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA, MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA .
  2. MEWUJUDKAN SUASANA KERJA YANG TRANSPARAN, NYAMAN, EFISIEN, EFEKTIF, ADIL, PROFESIONAL DAN AKUNTABEL.
  3. MENJADI PEMIMPIN YANG SELALU MEMEGANG TEGUH DAN MENGAKTUALISASIKAN ETIKA KEPEMIMPINAN DENGAN MENAMPILKAN DIRI SEBAGAI SOSOK PELAYAN YANG JUJUR, BERANI, ADIL, BIJAKSANA, TRANSPARAN, TERBUKA, TAULADAN, KREATIF, INOVATIF, KOOPERATIF, DAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN ANGGOTA SERTA SOLIDITAS INSTITUSI.
  4. MENJADI STAF/PELAKSANA YANG MEMEGANG TEGUH ETIKA STAF DENGAN MENAMPILKAN DIRI SEBAGAI INSAN BHAYANGKARA YANG SANTUN, RAMAH, EMPATI, BERKEMANUSIAAN, ADIL, TERBUKA, IKHLAS, JUJUR, LOYAL, SETIA, KOMUNIKATIF, TANGGUNG JAWAB DAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN MASYARAKAT.
  5. MENAMPILKAN PERILAKU YANG TEGAS, HUMANIS , MENGHORMATI DAN MENJUNJUNG TINGGI HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA DENGAN MENGHINDARKAN DIRI DARI PERBUATAN YANG MERUGIKAN, MEMBEBANI, MEMINTA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN KEPADA MASYARAKAT.
  6. MENJAGA KEHORMATAN DAN HARGA DIRI DENGAN TIDAK MELAKUKAN KOLUSI KORUPSI NEPOTISME SERTA BERBAGAI BENTUK PENYALAHGUNAAN WEWENANG LAINNYA.
  7. MELAYANI MASYARAKAT DENGAN PENAMPILAN FISIK YANG PANTAS DISESUAIKAN DENGAN PANGGILAN TUGAS.
  8. MENJUNJUNG TINGGI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SERTA NORMA- NORMA YANG BERLAKU DI MASYARAKAT, MENERAPKAN DISKRESI DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB DAN DILANDASI HATI YANG BERSIH SERTA JIWA YANG TULUS.
  9. MERESPONS KESULITAN DAN MEMBANTU MEMECAHKAN MASALAH SOSIAL DALAM MASYARAKAT DENGAN CEPAT MERUPAKAN PERBUATAN YANG MULIA DAN LUHUR.

Pengucapan Komitmen MoralPengucapan komitmen bersama

Jajaran Kompi 2 Detasemen B Satuan III Pelopor mengucapkan Komitmen Moral dalam rangka Reformasi Birokrasi Polri untuk diteladani aparat kepolisian baik pimpinan, staff, atau anggota yang terdiri dari sembilan butir komitmen.

Pengucapan komitmen ini diikuti seluruh anggota Polri se-Indonesia di seluruh tempat termasuk Korps Brigade Mobil, dan secara berjenjang dari satuan teratas hingga satuan terkecil. Kompi 2 Detasemen B Satuan III Pelopor melaksanakannya di lapangan utama Mako Korbrimob Polri pada hari Selasa 9 Juni 2009 pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh Komandan Kompi Inspektur Polisi Satu BUDI HIDAYAT.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.