Archive for the Satuan III/Pelopor Category

Dari Pucak Gn. Halimun, Satuan III Pelopor Siap Amankan Pilkada Aceh 2012

Posted in Brimob, Satuan III/Pelopor with tags on 4 February 2012 by Roganda

Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Satuan III Pelopor Korbrimob Polri sedang mempersiapkan pasukan untuk mendukung kelancaran perhelatan Pemilu Kepala Daerah Aceh 2012. Persiapan tersebut di antaranya mempersiapkan personil, mempersiapkan sarana dan prasana, serta latihan-latihan kemampuan penunjang tugas operasional. Persiapan tersebut telah dilakukan selama 2 (dua) bulan terakhir.

Briefing sebelum maju ke garis terdepan pertempuranMenerima arahan pelatih sebelum terjun ke garis depan pertempuran

Lokasi latihan di Gn. Halimun Bogor tersebut dipilih karena mendekati kondisi geografis medan tugas serta terbatas sinyal komunikasi telepon sesuler yang dapat mengganggu konsentrasi latihan peserta. Dengan demikian personil akan berlatih fisik, mental, dan kemampuan sesuai tugas yang akan dihadapi. Selama latihan berlangsung, para peserta “bermain” di rimba hutan pegunungan dengan berbagai kesulitan sehingga akan terbentuk suatu sikap mental dan perwatakan yang berlandaskan spiritual, pekerja keras, ikhlas menjalanan tugas, pengabdian sejati, optimisme keberhasilan tugas, serta akan selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada sore hari hingga pagi, para peserta harus menghadapi suhu dingin berkabut, cuaca hujan berangin, sementara mereka bernaung di bawah tenda bivak darurat dari jas hujan atau ponco. Sementara siang hingga sore hari, mereka akan terus bergerilya di garis depan pertempuran untuk mempertahankan wilayah tanggungjawabnya.

Materi-materi latihan antara lain :

  • Pengawalan VIP / VVIP
  • Penjagaan orientasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara
  • Pengendalian Huru Hara
  • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
  • SAR (Search And Rescue)
  • Menembak Tepat
  • Gerilya Lawan Gerilya
  • Pembebasan Sandera / Pertempuran Jarak Dekat
  • Penjinakan Bom
  • Global Positioning System (GPS)
  • Komunikasi Radio
  • Survival

Bertahan hidup di rimba hutan

Dengan latihan yang berlangsung dari tanggal 18-21 Januari 2012 tersebut, diharapkan Polri mampu mengawal Pemilu Kepala Daerah Aceh bulan April 2012 nanti agar rakyat Aceh dapat memilih dengan aman dan tertib di bawah pimpinan Kepala Satuan Tugas AKBP Almas Widodo Kolopaking yang saat ini menjabat Wakil Kepala Satuan III Pelopor Korbrimob Polri.

SENJATA STANDAR BRIMOB Škorpion vz. 61 (SCORPION Sa vz.61)

Posted in AK 101, AK 102, Atribut, Brimob, FPU II, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor, VVIP with tags , , , , on 10 January 2012 by Roganda

Samopal vz.61 senapan mesin ringan Scorpion dikembangkan di Cekoslovakia pada tahun 1950-an oleh Miroslav Rybar. Awalnya itu dimaksudkan untuk unit pengintaian, pasukan khusus, perwira staf dan non-unit garis depan sebagai senjata pertahanan pribadi. Prototipe pertama diselesaikan pada tahun 1959 untuk militer Cekoslowakia pada 1961. Senapan mesin ringan ini diproduksi di bawah lisensi di Yugoslavia dan secara luas diekspor. Sebanyak 210.000 pucuk scorpion diproduksi dan telah digunakan oleh sejumlah negara.

Sub Detasemen 2 Detasemen B Satuan III Pelopor menggunakan ini dalam tugas khusus

Type Semi senapan mesin
Negara Asal Czechoslovakia
Tahun 1959
Kaliber 7.65 x 17 mm
Berat (kosong) 1,59 kg, [1.30 kg (2.87 lb) (vz. 61); 1.28 kg (2.8 lb) (vz. 61 E); 1.44 kg (3.2 lb) (vz. 82, vz. 83)]
Panjang 517 mm
Panjang (dengan popor dilipat) 269 mm
Panjang laras 112 mm 115 mm [(4.5 in) (vz. 61, vz. 61 E); 113 mm (4.4 in) (vz. 82, vz. 83)]
Kecepatan laju peluru 330 m/detik [320 m/dtk (1,050 ft/s) (vz. 61, vz. 61 E, vz. 82) 292 m/dtk (958.0 ft/s) (vz. 83)]
Kecepatan putaran tembakan otomatis 640 butir per menit [850 rounds/min (vz. 61, vz. 61 E); 900 rounds/min (vz. 82, vz. 83)
Kecepatan putaran tembakan manual 30 – 90 butir per menit
Kapasitas Magazen 10, 20 butir
Kisaran jarak jangkau 150 m
Jarak efektif 25 m (vz. 61, .32 ACP) – 50 m
Varian Scorpion dan modifikasinya

Varian (Jenis-jenisnya)

vz.68 Scorpion, versi diproduksi untuk digunakan infanteri, kal. 9 x 19 mm, dan popor tetap dari kayu;
vz.82 Scorpion, lebih kuat, amunisi Soviet 9  x 18 mm. Laras versi ini diperpanjang;
vz.83 Scorpion, kal. amunisi 9 x 17 mm (.380 ACP);
 Sa 361, kal. amunisi 9 x 19 mm. Ini adalah versi terakhir, diproduksi di awal 1990-an;
vz.91 versi semi-otomatis untuk sipil saja, kal. amunisi 9 x 19 mm.

sumber : http://www.military-today.com/firearms/vz_61_scorpion.htm

Selam Dasar (Scuba Dive)

Posted in Brimob, Satuan III/Pelopor, Selam Scuba - Diving with tags , on 22 June 2011 by Roganda

Waktu adalah kesempatan

Mustahil itu tidak ada

Rasa takut pasti ada dan harus dilawan sebab semua kegiatan pasti ada resiko.

Suatu pengalaman baru telah terjadi sebagai penyelam pemula di kedalaman laut 12-24 meter dimana tekanan bawah air sangat kuat dan menyakitkan telinga hingga pendaraahan karena kegagalan squeeze sinus saat descent (turun ke dasar air) dan barotrauma sinus saat ascent (naik ke permukaan air). Selama 8 hari (9-18 Juni 2011) dari total 12 hari yang direncanakan telah dihabiskan untuk belajar menyelam di beberapa lokasi dengan beberapa skenario permasalahan dan didukung dengan perlatan yang memadai. Latihan tersebut diikuti oleh 45 orang peserta, 15 instruktur internal, dan 1 instruktur eksternal dari POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) di Kolam Renang Teratai, Danau Universitas Indonesia, dan Perairan Pulau Karya Kepulauan Seribu. Latihan dimulai pukul 07.30 dan selesai pukul 16.00 setiap harinya.

Snorkeling di Laut

Ini adalah pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi pengetahuan bahwa olah raga ini termasuk olahraga dengan resiko kecelakaan yang tinggi. Setiap latihan setelah apel dan do’a terpimpin, para instruktur selalu memberikan senam pemanasan dan dilanjutkan menguji kemampuan renang dengan berenang sisi lebar bolak-balik, dilanjut sisi panjang bolak-balik dengan berbagai gaya renang termasuk menyelam tanpa alat bantu.

Scuba Diving di Laut

Untuk menjadi penyelam, fisik harus sehat dan kuat untuk mendukung kemampuan renang yang telah dimiliki. Penyelam akan diuji bertahan di dalam air tanpa alat.

Latihan-latihan yang dilaksanakan yaitu:

  • berenang tanpa alat bantu
  • menyelam tanpa alat
  • berenang dengan alat bantu google, maskr, dan selang snorkle, fin
  • maskr clearing
  • snorkle masuk air
  • memasang alat selam
  • equalizing tekanan bawah air
  • naik darurat ke permukaan
  • melepas scuba di dasar air
  • memasang scuba di dasar air
  • berbagi udara dengan buddy di dasar air
  • hand signal atau isyarat tangan
  • membuat register selam di Diver Log Book

Olahraga selam di Indonesia berwadah dalam organisasi POSSI atau ISSA (Indonesian Sub-aquatic Sport Association) yang berdiri pada Agustus 1977 di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan FOPINDO (Federasi Olahraga Perairan Indonesia) di tingkat Nasional serta berafiliasi dengan CMAS (Confederation Mondiale des Activites Subaquatiques) atau dikenal dengan World Underwater Federation.

Peralatan selam yang digunakan yaitu:

  1. Snorkel
  2. Mask
  3. Primary Regulator – Second Stage
  4. Buoyancy Control Device with Low-pressure Inflator (BCD)
  5. Alternate Air Source – Second Stage
  6. Cylinder
  7. Weight Belt with Weight Retainers and Quick-release Buckle
  8. Submarsible Pressure Gauge (SPG)
  9. Full-lenght Wet Suit
  10. Scuba Fins

Setelah menyelam resiko yang mungkin terjadi adalah tenggelam, pecah gendang telinga karena tekanan bawah air, pecah sinus hidung sehingga pendarahan, kejang otot, kedinginan, emboli udara, gagal jantung, keracunan udara dalam tabung yang tercemar CO, kehabisan udara, dsb. Yang sangat penting untuk mengatasi segala kemungkinan itu adalah dengan tetap tenang atau tidak panik.

Olahraga ini cukup menarik dan menyenangkan yang tidak jarang membuat ketagihan. Setelah selesai latihan tersebut, para peserta berhak mendapat sertifikat dan brivet (tanda kemampuan) selam dasar SCUBA DIVER-A1 (One Star) dan kedepan akan menjadi kader penerus hingga tingkat lanjutan serta dapat mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam dinas kepolisian baik dalam tindakan kepolisian maupun layanan kemanusiaan khususnya SAR ((Search and Rescue).

SENJATA STANDAR BRIMOB AK-101/102 DAN SPESIFIKASINYA

Posted in AK 101, AK 102, Brimob, Satuan III/Pelopor, VVIP with tags on 20 March 2011 by Roganda

Sejarah Singkat AK-101/102 Masuk Ke Korps Brimob

               Pada masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Rusdiharjo, Asisten Operasi Kapolri yang kemudian menjadi Kapolri Jenderal Polisi Surojo Bimantoro, Asisten Perencanaan Kapolri Inspektur Jenderal James D. Sitorus, Direktur Logistik Polri Brigjen Pol. Sistyanto, Kepala Korps Brimob Polri dijabat oleh Inspektur Jenderal Jusuf Manggabarani, bulan Maret tahun 2000, menilai perlunya untuk menambal minimnya persenjataan Brimob yang pada saat itu, separuh pasukan Brimob tidak menyandang senjata. Dari 31 ribu personel, senjata yang tersedia hanya 17 ribu pucuk lebih, sementara pergolakan terus menyala di mana-mana.

AK-101 termasuk senjata akurat untuk snipping hingga jarak 700 m dengan dilengkapi visir optik

               Pada 24 Maret 2000 Turun surat perintah Kapolri Jenderal Rusdihardjo No. Sprin/1013/III/2000 perihal presentasi dan uji coba senapan serbu AK-101 dan AK-102 di Rusia. Tanggal 27-31 Maret 2000, Tim Mabes Polri yang dipimpin Brigjen Pol. Logan Siagian, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Polri ketika itu, berangkat ke Moskow untuk melakukan uji coba. Mereka ditemani Dirut Austamindo Environmental Services, Ny. Amaniah Rai (Austamindo Environmental Services adalah agen State Corporation Rosvoorouzhenie, perusahaan negara Rusia produsen AK-101 dan 102). Dalam rombongan, juga turut Wakil Komandan Batalyon Pasukan Amphibi, Mayor A.L. Situmorang. Uji coba digelar 29 Maret di Central Scientific Research Institute Klimovsk, Moskow. Untuk mengetes daya tahannya, senapan dijatuhkan dari ketinggian 7 meter, yang biasanya cukup 3 meter.

Kelengkapan tambahan standar AK-102 : 2 buah Magazen, tali sandang, tas magazen, set kunci dan sikat pembersih, minyak senjata

               Empat ribu (4000) pucuk dari dua tipe: AK-101 (3.000 pucuk)  dan AK-102 (1.000 pucuk) kaliber standar NATO 5,56 x 45 mm dibeli dengan total harga mencapai Rp. 17.480.968.000 dengan kontrak ditandatangani pada 12 Oktober 2000. Harga AK-101 US$ 436,10 per pucuk dan AK-102 US$ 422,04 per pucuk. Dana diambil dari anggaran rutin yang diajukan ke Departemen Keuangan. Tanggal 30 Januari 2001, Surat Kapolri kepada Kepala Bappenas perihal permohonan tambahan anggaran untuk pengadaan peralatan dan pembangunan fasilitas Polri bernilai total Rp 3,3 triliun lebih, termasuk di dalamnya anggaran pembelian 1.300 pucuk AK-101 dan AK-102 senilai Rp. 5.996.900.000,-.

Kelengkapan tambahan standar AK-101 : 2 buah Magazen, tali sandang, tas magazen, set kunci dan sikat pembersih, minyak senjata, bayonet dan sarung bayonet

               AK-101 merupakan versi ekspor dari varian AK-74 5.45mm guna merebut pasar. Russia merupakan saingan Amerika di dalam hal produksi senjata sejak masa Perang Dingin sehingga meniru kaliber senjata Amerika (NATO), sehingga masuk di akal bila Russia ingin mendapatkan keuntungan yang berupa :
a.      Memasuki pasar global persenjataan militer dunia, hingga akhirnya menyaingi dan pasaran senjata-senjata berkaliber peluru 5,56 x 45 mm NATO, seperti M-16, M-4 (CAR-15) dan FN Carbine.
b.      Merupakan wahana strategis bagi tentara Russia dan negara-negara lain pengguna AK-101 untuk memanfaatkan peluru-peluru berkaliber 5,56 x 45 mm NATO, jika suatu saat nanti terjadi perang antara Russia dan negara-negara pengguna AK-101 dengan negara-negara yang menggunakan standar peluru 5,56 x 45 mm NATO.

Keunggulan / Alasan Membeli Senjata AK 101/102

  • minimnya persenjataan Brimob
  • lebih murah
  • tahan banting dari ketinggian 7 meter
  • penawaran PT Pindad untuk senapan SS-1 terlampau mahal, yakni sampai US$ 825 per pucuk walaupun kemudian diturunkan menjadi US$ 475 per pucuk
  • akurasi tinggi
  • sangat praktis
  • daya tahan prima di berbagai medan berat
  • pasokan dijamin oleh pihak Rusia, produksi 2.000 pucuk per bulan
  • AK 101 dengan teleskop jarak jauh cukup efektif untuk melakukan snipping hingga jarak 700 m
  • tahan terhadap cuaca dan air
  • senapan serbu peringkat pertama
  • tidak berubah kualitasnya meskipun terendam dalam air lumpur selama seminggu

Kekurangan

  • secara pasti belum ditemukan kekurangan. Namun, dari beberapa pengalaman di medan tugas di Aceh th. 2001, terjadi kendala pada pegas magazen sehingga amunisi tidak terdorong masuk kamar dan amunisi tersangkut di bawah kamar
  • tali sandang standar pabrik sangat mudah rusak bila terkena air
  • bagian luar senjata mudah berkarat
  • grendel/pengokang di sebelah kanan sehingga gerak lebih lambat dalam pertempuran yang memerlukan kecepatan

Spesifikasi

Tipe     : Senapan serbu

Nama Resmi     : Avtomat Kalashnikov – 101

Negara asal     : Rusia

Mode Menembak     : single shot (semi-otomatis), three-shot burst fire (satu tarikan picu tiga tembakan), dan otomatis

Dirancang     : untuk menggantikan AK – 74 5,45 mm.

Digunakan oleh     : Indonesia, Bhutan, Malaysia, Pakistan, Somalia, Uruguay, India, Venezuela, Cyprus, Uni Emirate  Arab

Perancang     : Mikhail Kalashnikov

Tahun     : 1994

Varian     : AK-103, AK-104, AK-105, AK-107, AK-108

Berat Kosong     : 3,6 kg (AK-101), 3,2 kg (AK-102)

Berat Isi     : 4.0 kg (AK-101), 3,6 kg (AK-102)

Panjang Popor terbuka     : 943 mm (AK-101), 824 mm (AK-102)

Panjang Popor terlipat     : 705 mm (AK-101), 586 mm (AK-102)

Panjang laras     : 415 mm (AK-101), 314 mm (AK-102)

Peluru     : NATO kal. 5.56 x 45 mm atau sama dengan peluru Remington .223 (peluru standar senapan serbu Amerika  Serikat M-16 dan turunannya)

Mekanisme     : Penggerak gas, bolt berputar

Rata² tembakan     : 600 butir/menit (Automatis), 100 butir/menit (Auto Burst/semi), 40 butir/menit (Tembaktunggal)

Kecepatan peluru      : 910 m/detik (AK-101); 850 m/detik (AK-102)

Jarak efektif     : 450 m

Amunisi     : Magazen 30 butir

Alat bidik     : Pembidik yg bisa disetel, dilengkapi dengan plat optik guna penempatan teropong

Alat  tambahan    : pelontar granat jenis GP-30
Bahan     : komposit modern, antara lain polimer yang menjadikannya jauh lebih ringan dari versi  terdahulunya

Popor     : popor lipat ke dalam

Pegangan Pistol     : terbuat dari plastik yag sangat kuat

Beberapa Trik Untuk Kecepatan Taktikal

  1. Pemasangan Magazen Ganda atau Tiga. (dua magazen diikat menyatu dengan posisi berlawanan/terbalik. atau, tiga magazen diikat menyatu dengan magazen yang di tengah berlawanan/terbalik dari dua magazen lainnya)
  2. Membuka/menutup kunci (saat siaga tempur) dengan tangan penyangga di lade/pegangan pelindung laras
  3. Mengisi senjata (memasukkan peluru) dengan tangan penyangga di lade/pegangan pelindung laras dengan sikap senjata agak dimiringkan searah tangan pengokang grendel guna mendapatkan kekuatan tangan saat menarik grendel
  4. Mengganti magazen (saat terpasang magazen tunggal yang sudah kosong) dengan mengambil magazen baru (berisi) dengan cara memalangkan magazen baru di pengait kunci magazen, lalu mendorong pengait hingga magazen kosong terlepas dan jatuh, kemudian pasang magazen baru (berisi)
  5. Saat membidik, sedikit jauhkan pandangan dari visir belakang sebab kerap terjadi bahwa visir belakang menjadi kabur/kurang jelas (AK-102/relatif pada pengguna)

Sumber :

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2001/03/26/LU/mbm.20010326.LU119009.id.html

http://usfatah.blogspot.com/

http://revolusidamai.multiply.com/journal/item/210?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

CQB – Tim Khusus Den B/III Pelopor

Posted in Brimob, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor, VVIP with tags , , on 28 February 2011 by Roganda

“Perencanaan yang terperinci, pergerakan cepat, masuk terkendali, kejutan, aman, komunikasi, keamanan dan pelaporan yang jelas harus jadi prosedur standar operasi kita” –Roganda–

Tingkat kejahatan berkadar tinggi beberapa tahun belakangan ini masih terus menunjukkan aksi di berbagai wilayah di tanah air. Kemampuan para teroris terus meningkat dan terdukung persenjataan yang lebih maju. Aksi kejahatan yang telah terjadi beragam motif dan beberapa rencana kejahatan yang terbongkar berupa penyanderaan. Suatu kejahatan yang dilakukan oleh teroris dapat terjadi dimana saja, dan kejahatan di dalam suatu ruangan tertutup adalah kemungkinan terbesarnya.

Harus Menang

Prinsip dalam tindakan kepolisian adalah harus profesional, proporsional, nesesitas, dan akuntabilitas dan polisi Harus Menang melawan kejahatan. Untuk memenangkan suatu pertempuran, diperlukan pengorganisasian penyerangan terhadap penjahat berkadar tinggi tersebut. Perencanaan yang terperinci, pergerakan cepat, masuk terkendali, kejutan, aman, komunikasi, dan pelaporan yang jelas harus jadi prosedur standar operasi.

Untuk memenangkan pertempuran diperlukan satu tim yang kompak dengan kemampuan rata-rata dan kesepahaman cara bertindak. Oleh karena itu, Kepala Detasemen B Satuan III Pelopor AKBP Bambang W. Baiin, S.Ik, M.Si telah membentuk satu tim (12 personil) berlatih bersama tim dari Satuan I Gegana untuk mengasah kembali kemampuan Pengepungan-Penggeledahan Rumah, atau Pertempuran Jarak Dekat (PJD) yang dalam istilah asing disebut Close Quarter Battle (CQB) pada minggu kedua bulan Pebruari 2011 selama 10 hari.

Tim Pungdahmah Den B/III Pelopor

Teruji

Tekhnik Pertempuran Jarak Dekat atau Close Quarter Battle ini telah teruji keberhasilan dalam mengeliminasi penjahat yang menyandera orang tidak bersalah karena dalam melakukan tindakan keras kepolisian yang dilakukan, terikat pada hukum humaniter/ham.

Tim dilatih untuk melakukan tindakan tegas dan cepat untuk menangkap penjahat/teroris dalam keadaan hidup atau dilumpuhkan bahkan mematikan apabila nyawa sandera dan petugas kepolisian terancam karena perlawanan penjahat.

Berlatih dalam tekanan tinggi

Latihan yang berlangsung selama 10 hari tersebut dibuat mendekati keadaan sebenarnya dengan asumsi penjahat/teroris dalam keadaan siap dengan persenjataan lengkap dan memiliki sandera. Oleh karena itu, setiap latihan dimulai dengan pembuatan perencanaan pergerakan, memakai perlengkapan “Full Gears” :

  • armoured helmet
  • zebo
  • google
  • kaca mata
  • pelindung telinga
  • radio komunikasi
  • flak jacket level IV
  • glove
  • pelindung tangan dan pelindung kaki
  • senjata api AK 101/102 + 4 magazen
  • flash bang/granat asap
  • pistol

yang membantu tim lebih aman ketika “bermain” dengan peluru tajam di dalam ruangan kecil dan tertutup. Musuh harus dieliminasi sementara sandera tidak boleh terluka atau tertembak. Latihan tersebut bertempat di Aula Detasemen B satuan III Pelopor, Lapangan tembak pendek Satuan I Gegana, Pusat Pendidikan Reserse Kriminal Polri di Megamendung Cisarua Bogor Jawa Barat.

Menjadi Trainer

Tim khusus CQB Den B/III Pelopor yang dipimpin oleh IPTU Anak Agung Made Satria Bimantara membawahi IPDA Roganda, SH dan 10 personil lainnya ini diproyeksikan menjadi trainer atau pelatih bagi seluruh jajaran Detasemen B Satuan III Pelopor hingga seluruh jajaran Satuan III Pelopor memiliki kemampuan ini dengan harapan setiap penjahat atau teroris lebih mudah dieliminasi tanpa kesulitan berarti karena kesamaan persepsi cara bertindak dan kemampuan rata-rata yang dikuasai tim.

FPU II Kontingen Garuda Bhayangkara Mengakhiri Misi pada UNAMID

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Perwira Polri Reguler XXXVI, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor, Secapa Polri, VVIP with tags on 17 October 2010 by Roganda

Dengan pesawat “charter” PBB Boeing 767-200 SILVERJET nomor penerbangan 7654 yang merupakan grup JATE Jordan Aviation, FPU II Indonesia telah meninggalkan daerah misi di Darfur Utara pada hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2010 pukul 12.00 Waktu Sudan atau pukul 16.00 WIB. Kontingen terbaik UNAMID periode 2009-2010 FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia  yang dipimpin oleh AKBP  Drs. Nazludin Zulkifli, telah selesai menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian seperti mandat dalam “Darfur Peace Agreement” selama dua periode atau 12 bulan terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2009 dan tiba di tanah air pada tanggal 17 Oktober 2010 pukul 08.00 Wib dengan kekuatan 130 personil dari 140 personil, sedangkan sisanya melaksanakan tugas “rear party” untuk mendampingi FPU III yang baru tiba di daerah misi. Ini merupakan kebanggaan bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia dan pantas dan layak diberi apresiasi sebagai duta bangsa dan oleh karena kemampuan mempertahankan predikat Kontingen Terbaik UNAMID yang telah disandang oleh FPU Indonesia sebelumnya pada periode 2008-2009.

Prosesi kepulangan FPU II diawali dengan do’a setelah apel keberangkatan dari Garuda Camp. Rear party untuk sementara waktu berjaga di camp ketika pasukan FPU II mulai berangkat meningggalkan camp menuju bandara El Fasher dan diangkut dengan bis-bis yang disediakan oleh UNAMID serta truk-truk KRAZ FPU Indonesia yang menagangkut barang-barang bawaan. Tiba di bandara, FPU III sudah turun pesawat dari Jakarta dan seluruh anggota FPU II dan FPU III berjabatan tangan tanda selamat datang dan selamat bertugas sekaligus ucapan selamat tinggal.

Peran vital FPU II Indonesia pada UNAMID dalam mengemban mandat PBB telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional dan diatara bangsa-bangsa kontributor UNAMID lainnya dan akan menjadi langkah awal bagi Indonesia sebagai ”Global Player” sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia setelah PBB begitu terkesan dengan “high performance” pasukan perdamaian dari Indonesia di Darfur Utara, Sudan.

Kita Berbeda Cara Pada Siklus Ini

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Perwira Polri Reguler XXXVI, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor with tags , , on 29 May 2010 by Roganda

Tugas rutin, tugas dadakan, iklim yang ekstrim, konflik dan kondisi keamanan yang tidak menentu, permasalahan dalam keluarga, tuntutan pencapaian atau mempertahankan nama baik, keterbatasan ruang gerak, dsb akan menjadi tekanan tersendiri bagi setiap FPUer. Hal itu menjadi tekanan dalam tugas biasanya disebabkan ketidaksiapan mental dalam menghadapi tugas. Tekanan dan kelapangan jiwa adalah tidak lepas dari manajemen diri dan kehendak ilahi. Kita perlu ingat, tidak ada beban yang terlalu berat dari yang Maha Kuasa  yang tidak mampu kita pikul.

Motivasi setiap orang dalam misi ini bisa beraneka ragam. Ada yang ingin membangun karir, ada yang ingin mencari pengalaman, ada yang ingin mengumpulkan uang, ada yang ingin melihat “dunia luar”, dsb. Dan setiap FPUer memiliki kombinasi dari empat macam temperamen.

Empat jenis temperamen Masing-masing dari empat jenis temperamen/keadaan hati (humour) berhubungan dengan tipe kepribadian yang berbeda :
Optimis (Sanguine) Kepribadian temperamen Sanguine cukup ekstrovert (terbuka). Orang-orang dari temperamen optimis cenderung untuk menikmati pertemuan sosial dan membuat teman baru. Mereka cenderung kreatif dan sering menghayal. Namun, beberapa waktu sendirian sangat penting bagi temperamen ini. Sanguine juga bisa berarti sangat sensitif, penuh kasih dan bijaksana. Kepribadian Sanguine umumnya berjuang melewati tugasnya dengan berbagai jalan, secara kronis terlambat, dan cenderung pelupa dan kadang-kadang sedikit sarkastis. Sering kali, ketika mengejar hobi baru, “bunga-cepat” hilang ketika tidak lagi menjadi menarik atau menyenangkan.

Koleris (Choleric) Seseorang yang mudah tersinggung. Mereka memiliki banyak ambisi, energi, dan semangat, dan mencoba untuk menanamkan kepada orang lain. Mereka bisa mendominasi temperamen orang lain, khususnya jenis “Apatis”. Banyak tokoh militer dan tokoh politik besar kharismatik itu “Cholerics”.

Melankolis (Melancholic) Seseorang yang berpikir penuh pertimbangan, memiliki sifat melankolis. Sering kali sangat baik dan perhatian, “Melancholics” dapat sangat kreatif – seperti dalam puisi dan seni – dan dapat menjadi sibuk dengan tragedi dan kekejaman di dunia. Melankolik juga sering perfeksionis. Mereka sering mandiri dan independen.

Dingin/Acuh tak acuh (Phlegmatic) Phlegmatics cenderung memuaskan diri/menyenangkan diri dan baik. Mereka dapat sangat menerima dan penuh kasih sayang. Mereka mungkin sangat mau menerima dan pemalu, dan sering lebih memilih stabilitas dengan ketidakpastian dan perubahan. Mereka sangat konsisten, santai, rasional, ingin tahu, dan perhatian, membuat mereka administrator yang baik dan diplomat. Berbeda dengan kepribadian Sanguine, mereka mungkin lebih diandalkan.

Ilustrasi gambar waktu di Alexandria, Mesir 2010

Seseorang terkadang dapat mengalami berbagai ketidakpastian, kecemasan dan tekanan yang memacunya untuk melakukan sesuatu sehingga ia berhasil dalam mencapai sejumlah keinginan dan cita-citanya. Kemampuan seseorang untuk memusatkan perhatian dan memotivasi diri dapat membantu meningkatkan pencapaian tertentu dan pengembangan diri. Gejala ini disebut eustress yang berarti stres baik yang berdampak positif (awalan eus dalam bahasa Yunani berarti baik) di mana kita mampu mengatasi tuntutan, tantangan dan kondisi tekanan yang kita hadapi.

Namun bila tuntutan-tuntutan tersebut sampai kepada titik di mana seseorang merasakan kegagalan atau kehilangan kemampuan untuk mengatasinya, maka situasi tersebut kemudian dikenal sebagai dystress yang berarti stres buruk yang berdampak negatif (awalan dy berarti buruk). Dalam kondisi demikian seseorang cenderung merasa kewalahan dan kehidupan terasa di luar kendali karena kecemasan berlebihan, rasa takut, kepanikan, kebingungan dan kecenderungan putus asa menghantui dirinya yang justru berakibat kebuntuan dan kontra produktif.

Stres menurut Vincent Cornelli, seorang psikolog ternama merupakan suatu gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan dan dipengaruhi oleh lingkungan maupun penampilan individu dalam lingkungan tersebut. Dan secara spesifik stres merupakan gejala psikologis yang menurut Richard Lazarus, psikolog yang banyak melakukan penelitian tentang stres sebagai sebuah hubungan khusus antara seseorang dengan lingkungannya yang dianggap melampaui kemampuan dan membahayakan kebahagiaan dan kepuasannya. Atau singkatnya merupakan gejala yang timbul akibat kesenjangan (gap) antara realita dan idealita, antara keinginan dan kenyataan, antara tantangan dan kemampuan, antara peluang dan potensi.

Hakikatnya stres merupakan gejala harian yang wajar dan setiap orang pasti mengalaminya dan bukan sesuatu yang harus disembunyikan, tetapi ia tak ubahnya seperti tantangan lainnya yang harus dihadapi dalam hidup. Oleh karena itu stres bukan untuk ditakuti melainkan justru kita harus berani mengatasinya dengan pengelolaan dan pengendalian stres dengan sikap dan mental positif yaitu dihadapi dengan kepala tegak (saya tidak takut menghadapinya), percaya diri (saya bisa mengatasinya); optimisme solusi (apa yang harus saya lakukan terhadapnya); pengendalian (saya akan mengendalikannya), penerimaan (stres memang bagian hidup yang alamiah), perencanaan (bagaimana saya akan mengatasinya), dan dengan bantuan pihak lain jika memang diperlukan.

Manajemen stres dengan metode pengembangan karakter efektif dapat dilakukan melalui pengendalian stres secara efektif di antaranya berupa pembebasan diri dari pikiran dengan merubah pola berfikir irasional dengan berfikir rasional dan mengefisienkan sikap mental yang boros atau menguras emosi dan energi. Agar dapat efisien, kita harus berusaha melatih agar sikap dan mental kita bersifat Fleksibel yaitu tidak hanya menggunakan satu sudut pandang saja dalam melihat berbagai kejadian dan peristiwa, Adaptif (terbuka secara selektif), Rasional (gabungan argumentatif antara realisme dan idealisme), Positif (itikad, niat dan tekad kuat dan baik disertai keyakinan) dan berorientasi Solusi (tidak suka meratap dan mengeluh tetapi mencari jalan keluar yang terbaik). Sikap mental yang efisien ini dikenalkan ahli psikologi dalam manajemen kepribadian dengan sikap FARPS.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.