Dari Pucak Gn. Halimun, Satuan III Pelopor Siap Amankan Pilkada Aceh 2012

Posted in Brimob, Satuan III/Pelopor with tags on 4 February 2012 by Roganda

Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Satuan III Pelopor Korbrimob Polri sedang mempersiapkan pasukan untuk mendukung kelancaran perhelatan Pemilu Kepala Daerah Aceh 2012. Persiapan tersebut di antaranya mempersiapkan personil, mempersiapkan sarana dan prasana, serta latihan-latihan kemampuan penunjang tugas operasional. Persiapan tersebut telah dilakukan selama 2 (dua) bulan terakhir.

Briefing sebelum maju ke garis terdepan pertempuranMenerima arahan pelatih sebelum terjun ke garis depan pertempuran

Lokasi latihan di Gn. Halimun Bogor tersebut dipilih karena mendekati kondisi geografis medan tugas serta terbatas sinyal komunikasi telepon sesuler yang dapat mengganggu konsentrasi latihan peserta. Dengan demikian personil akan berlatih fisik, mental, dan kemampuan sesuai tugas yang akan dihadapi. Selama latihan berlangsung, para peserta “bermain” di rimba hutan pegunungan dengan berbagai kesulitan sehingga akan terbentuk suatu sikap mental dan perwatakan yang berlandaskan spiritual, pekerja keras, ikhlas menjalanan tugas, pengabdian sejati, optimisme keberhasilan tugas, serta akan selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada sore hari hingga pagi, para peserta harus menghadapi suhu dingin berkabut, cuaca hujan berangin, sementara mereka bernaung di bawah tenda bivak darurat dari jas hujan atau ponco. Sementara siang hingga sore hari, mereka akan terus bergerilya di garis depan pertempuran untuk mempertahankan wilayah tanggungjawabnya.

Materi-materi latihan antara lain :

  • Pengawalan VIP / VVIP
  • Penjagaan orientasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara
  • Pengendalian Huru Hara
  • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
  • SAR (Search And Rescue)
  • Menembak Tepat
  • Gerilya Lawan Gerilya
  • Pembebasan Sandera / Pertempuran Jarak Dekat
  • Penjinakan Bom
  • Global Positioning System (GPS)
  • Komunikasi Radio
  • Survival

Bertahan hidup di rimba hutan

Dengan latihan yang berlangsung dari tanggal 18-21 Januari 2012 tersebut, diharapkan Polri mampu mengawal Pemilu Kepala Daerah Aceh bulan April 2012 nanti agar rakyat Aceh dapat memilih dengan aman dan tertib di bawah pimpinan Kepala Satuan Tugas AKBP Almas Widodo Kolopaking yang saat ini menjabat Wakil Kepala Satuan III Pelopor Korbrimob Polri.

SENJATA STANDAR BRIMOB AK-101/102 DAN SPESIFIKASINYA

Posted in AK 101, AK 102, Brimob, Satuan III/Pelopor, VVIP with tags on 20 March 2011 by Roganda

Sejarah Singkat AK-101/102 Masuk Ke Korps Brimob

               Pada masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Rusdiharjo, Asisten Operasi Kapolri yang kemudian menjadi Kapolri Jenderal Polisi Surojo Bimantoro, Asisten Perencanaan Kapolri Inspektur Jenderal James D. Sitorus, Direktur Logistik Polri Brigjen Pol. Sistyanto, Kepala Korps Brimob Polri dijabat oleh Inspektur Jenderal Jusuf Manggabarani, bulan Maret tahun 2000, menilai perlunya untuk menambal minimnya persenjataan Brimob yang pada saat itu, separuh pasukan Brimob tidak menyandang senjata. Dari 31 ribu personel, senjata yang tersedia hanya 17 ribu pucuk lebih, sementara pergolakan terus menyala di mana-mana.

AK-101 termasuk senjata akurat untuk snipping hingga jarak 700 m dengan dilengkapi visir optik

               Pada 24 Maret 2000 Turun surat perintah Kapolri Jenderal Rusdihardjo No. Sprin/1013/III/2000 perihal presentasi dan uji coba senapan serbu AK-101 dan AK-102 di Rusia. Tanggal 27-31 Maret 2000, Tim Mabes Polri yang dipimpin Brigjen Pol. Logan Siagian, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Polri ketika itu, berangkat ke Moskow untuk melakukan uji coba. Mereka ditemani Dirut Austamindo Environmental Services, Ny. Amaniah Rai (Austamindo Environmental Services adalah agen State Corporation Rosvoorouzhenie, perusahaan negara Rusia produsen AK-101 dan 102). Dalam rombongan, juga turut Wakil Komandan Batalyon Pasukan Amphibi, Mayor A.L. Situmorang. Uji coba digelar 29 Maret di Central Scientific Research Institute Klimovsk, Moskow. Untuk mengetes daya tahannya, senapan dijatuhkan dari ketinggian 7 meter, yang biasanya cukup 3 meter.

Kelengkapan tambahan standar AK-102 : 2 buah Magazen, tali sandang, tas magazen, set kunci dan sikat pembersih, minyak senjata

               Empat ribu (4000) pucuk dari dua tipe: AK-101 (3.000 pucuk)  dan AK-102 (1.000 pucuk) kaliber standar NATO 5,56 x 45 mm dibeli dengan total harga mencapai Rp. 17.480.968.000 dengan kontrak ditandatangani pada 12 Oktober 2000. Harga AK-101 US$ 436,10 per pucuk dan AK-102 US$ 422,04 per pucuk. Dana diambil dari anggaran rutin yang diajukan ke Departemen Keuangan. Tanggal 30 Januari 2001, Surat Kapolri kepada Kepala Bappenas perihal permohonan tambahan anggaran untuk pengadaan peralatan dan pembangunan fasilitas Polri bernilai total Rp 3,3 triliun lebih, termasuk di dalamnya anggaran pembelian 1.300 pucuk AK-101 dan AK-102 senilai Rp. 5.996.900.000,-.

Kelengkapan tambahan standar AK-101 : 2 buah Magazen, tali sandang, tas magazen, set kunci dan sikat pembersih, minyak senjata, bayonet dan sarung bayonet

               AK-101 merupakan versi ekspor dari varian AK-74 5.45mm guna merebut pasar. Russia merupakan saingan Amerika di dalam hal produksi senjata sejak masa Perang Dingin sehingga meniru kaliber senjata Amerika (NATO), sehingga masuk di akal bila Russia ingin mendapatkan keuntungan yang berupa :
a.      Memasuki pasar global persenjataan militer dunia, hingga akhirnya menyaingi dan pasaran senjata-senjata berkaliber peluru 5,56 x 45 mm NATO, seperti M-16, M-4 (CAR-15) dan FN Carbine.
b.      Merupakan wahana strategis bagi tentara Russia dan negara-negara lain pengguna AK-101 untuk memanfaatkan peluru-peluru berkaliber 5,56 x 45 mm NATO, jika suatu saat nanti terjadi perang antara Russia dan negara-negara pengguna AK-101 dengan negara-negara yang menggunakan standar peluru 5,56 x 45 mm NATO.

Keunggulan / Alasan Membeli Senjata AK 101/102

  • minimnya persenjataan Brimob
  • lebih murah
  • tahan banting dari ketinggian 7 meter
  • penawaran PT Pindad untuk senapan SS-1 terlampau mahal, yakni sampai US$ 825 per pucuk walaupun kemudian diturunkan menjadi US$ 475 per pucuk
  • akurasi tinggi
  • sangat praktis
  • daya tahan prima di berbagai medan berat
  • pasokan dijamin oleh pihak Rusia, produksi 2.000 pucuk per bulan
  • AK 101 dengan teleskop jarak jauh cukup efektif untuk melakukan snipping hingga jarak 700 m
  • tahan terhadap cuaca dan air
  • senapan serbu peringkat pertama
  • tidak berubah kualitasnya meskipun terendam dalam air lumpur selama seminggu

Kekurangan

  • secara pasti belum ditemukan kekurangan. Namun, dari beberapa pengalaman di medan tugas di Aceh th. 2001, terjadi kendala pada pegas magazen sehingga amunisi tidak terdorong masuk kamar dan amunisi tersangkut di bawah kamar
  • tali sandang standar pabrik sangat mudah rusak bila terkena air
  • bagian luar senjata mudah berkarat
  • grendel/pengokang di sebelah kanan sehingga gerak lebih lambat dalam pertempuran yang memerlukan kecepatan

Spesifikasi

Tipe     : Senapan serbu

Nama Resmi     : Avtomat Kalashnikov – 101

Negara asal     : Rusia

Mode Menembak     : single shot (semi-otomatis), three-shot burst fire (satu tarikan picu tiga tembakan), dan otomatis

Dirancang     : untuk menggantikan AK – 74 5,45 mm.

Digunakan oleh     : Indonesia, Bhutan, Malaysia, Pakistan, Somalia, Uruguay, India, Venezuela, Cyprus, Uni Emirate  Arab

Perancang     : Mikhail Kalashnikov

Tahun     : 1994

Varian     : AK-103, AK-104, AK-105, AK-107, AK-108

Berat Kosong     : 3,6 kg (AK-101), 3,2 kg (AK-102)

Berat Isi     : 4.0 kg (AK-101), 3,6 kg (AK-102)

Panjang Popor terbuka     : 943 mm (AK-101), 824 mm (AK-102)

Panjang Popor terlipat     : 705 mm (AK-101), 586 mm (AK-102)

Panjang laras     : 415 mm (AK-101), 314 mm (AK-102)

Peluru     : NATO kal. 5.56 x 45 mm atau sama dengan peluru Remington .223 (peluru standar senapan serbu Amerika  Serikat M-16 dan turunannya)

Mekanisme     : Penggerak gas, bolt berputar

Rata² tembakan     : 600 butir/menit (Automatis), 100 butir/menit (Auto Burst/semi), 40 butir/menit (Tembaktunggal)

Kecepatan peluru      : 910 m/detik (AK-101); 850 m/detik (AK-102)

Jarak efektif     : 450 m

Amunisi     : Magazen 30 butir

Alat bidik     : Pembidik yg bisa disetel, dilengkapi dengan plat optik guna penempatan teropong

Alat  tambahan    : pelontar granat jenis GP-30
Bahan     : komposit modern, antara lain polimer yang menjadikannya jauh lebih ringan dari versi  terdahulunya

Popor     : popor lipat ke dalam

Pegangan Pistol     : terbuat dari plastik yag sangat kuat

Beberapa Trik Untuk Kecepatan Taktikal

  1. Pemasangan Magazen Ganda atau Tiga. (dua magazen diikat menyatu dengan posisi berlawanan/terbalik. atau, tiga magazen diikat menyatu dengan magazen yang di tengah berlawanan/terbalik dari dua magazen lainnya)
  2. Membuka/menutup kunci (saat siaga tempur) dengan tangan penyangga di lade/pegangan pelindung laras
  3. Mengisi senjata (memasukkan peluru) dengan tangan penyangga di lade/pegangan pelindung laras dengan sikap senjata agak dimiringkan searah tangan pengokang grendel guna mendapatkan kekuatan tangan saat menarik grendel
  4. Mengganti magazen (saat terpasang magazen tunggal yang sudah kosong) dengan mengambil magazen baru (berisi) dengan cara memalangkan magazen baru di pengait kunci magazen, lalu mendorong pengait hingga magazen kosong terlepas dan jatuh, kemudian pasang magazen baru (berisi)
  5. Saat membidik, sedikit jauhkan pandangan dari visir belakang sebab kerap terjadi bahwa visir belakang menjadi kabur/kurang jelas (AK-102/relatif pada pengguna)

Sumber :

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2001/03/26/LU/mbm.20010326.LU119009.id.html

http://usfatah.blogspot.com/

http://revolusidamai.multiply.com/journal/item/210?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

FPU II Kontingen Garuda Bhayangkara Mengakhiri Misi pada UNAMID

Posted in Brimob, FPU 1A Pengganti, FPU II, Perwira Polri Reguler XXXVI, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor, Secapa Polri, VVIP with tags on 17 October 2010 by Roganda

Dengan pesawat “charter” PBB Boeing 767-200 SILVERJET nomor penerbangan 7654 yang merupakan grup JATE Jordan Aviation, FPU II Indonesia telah meninggalkan daerah misi di Darfur Utara pada hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2010 pukul 12.00 Waktu Sudan atau pukul 16.00 WIB. Kontingen terbaik UNAMID periode 2009-2010 FPU II Garuda Bhayangkara Indonesia  yang dipimpin oleh AKBP  Drs. Nazludin Zulkifli, telah selesai menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian seperti mandat dalam “Darfur Peace Agreement” selama dua periode atau 12 bulan terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2009 dan tiba di tanah air pada tanggal 17 Oktober 2010 pukul 08.00 Wib dengan kekuatan 130 personil dari 140 personil, sedangkan sisanya melaksanakan tugas “rear party” untuk mendampingi FPU III yang baru tiba di daerah misi. Ini merupakan kebanggaan bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia dan pantas dan layak diberi apresiasi sebagai duta bangsa dan oleh karena kemampuan mempertahankan predikat Kontingen Terbaik UNAMID yang telah disandang oleh FPU Indonesia sebelumnya pada periode 2008-2009.

Prosesi kepulangan FPU II diawali dengan do’a setelah apel keberangkatan dari Garuda Camp. Rear party untuk sementara waktu berjaga di camp ketika pasukan FPU II mulai berangkat meningggalkan camp menuju bandara El Fasher dan diangkut dengan bis-bis yang disediakan oleh UNAMID serta truk-truk KRAZ FPU Indonesia yang menagangkut barang-barang bawaan. Tiba di bandara, FPU III sudah turun pesawat dari Jakarta dan seluruh anggota FPU II dan FPU III berjabatan tangan tanda selamat datang dan selamat bertugas sekaligus ucapan selamat tinggal.

Peran vital FPU II Indonesia pada UNAMID dalam mengemban mandat PBB telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional dan diatara bangsa-bangsa kontributor UNAMID lainnya dan akan menjadi langkah awal bagi Indonesia sebagai ”Global Player” sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia setelah PBB begitu terkesan dengan “high performance” pasukan perdamaian dari Indonesia di Darfur Utara, Sudan.

Mereka Cinta Indonesia atau Cinta Diri?

Posted in Uncategorized with tags , on 8 August 2012 by Roganda

Berbahagia dan seharusnya segenap bangsa ini berbangga dengan kesiap-siagaan Korps Brimob Polri untuk mengamati perkembangan situasi keamanan dalam negeri. Siang dan malam sewaktu-waktu dapat dimobilisasi, hanya agar stabilitas keamanan tetap kondusif sehingga rakyat dapat beraktifitas dengan aman dan nyaman, roda perekonomian berputar, roda pemerintahan terus bekerja memajukan Indonesia ini. Dari ujung Sumatera hingga ujung Papua, situasi keamanan memang banyak gejolak. Gejolak karena keegoisan diri dan kelompok. Mereka tidak cinta Indonesia, mereka cinta diri.

Sedikit terpaku dengan gejolak keamanan di daerah Bekasi, Jawa Barat dengan aksi blockade jalan tol, ternyata perintah perkuatan keamanan ditujukan ke Ogan Ilir Palembang, Sumatera Selatan. Di sana telah terjadi kericuhan akibat sengketa tanah perkebunan PTPN 7 yang belum selesai tuntas. Sekitar pukul 02.00 wib, 2 (dua) pesawat Boeing 737 900 ER take off menerbangkan pasukan elit ke lokasi insiden.

Setelah mengamati dan mendengar latar belakang, ditemui bahwa :

  • Lahan tersebut milik negara yang harus dipertahankan.
  • Perkebunan tersebut merupakan sisa perkebunan tebu untuk produksi gula dalam negeri yang sebenarnya itu dan beberapa perkebunan lain di Indonesia belum cukup memenuhi kebutuhan gula dalam negeri sehingga terpaksa mengimpor gula. Apa yang terjadi bila direbut warga secara melawan hukum untuk dijual atau untuk kepentingan dirinya?
  • Sekelompok orang dengan dukungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan aksi untuk mengupayakan hak milik atas tanah untuk diri sendiri/dijual, dsb.
  • Kelompok orang tersebut berasal dari desa/kelompok orang garis keras dan kriminal
  • Muspida setempat belum mampu menyelesaikan sengketa (karena kerasnya sikap warga)
  • Kehadiran Polisi BERSERAGAM pelayan aksi dan penjaga keamanan tidak dihargai oleh warga, sebaliknya melempari, mengusir dengan parang/senjata tajam, senjata rakitan/api, cairan kimia, dan kayu pentung berduri yang sudah disiapkan jauh-jauh hari
  • Sekelompok orang bahkan oknum-oknum tokoh politik mencoba mencari popularitas dengan mendukung aksi tersebut atau berusaha muncul ke permukaan sebagai pahlawan
  • Telah jatuh korban dari petugas kepolisian berupa tebasan parang, pukulan pentung kayu berduri, perampasan alat khusus kepolisian dalam penanggulangan aksi anarkhis, yang kemudian memaksa polisi harus bertindak tegas terhadap warga pelaku aksi anarkhis yang juga membawa anak-anak kecil dan di bawah umur sehingga jatuh juga korban jiwa

Sangat memprihatinkan bila di media informasi memblow-up hanya bagian akibat akhir tanpa memberitakan fakta dan sebab-sebab tindakan tersebut. Terkesan wartawan hanya berjuang untuk kepentingan diri/kelompoknya dengan usaha menjual berita tanpa perduli dengan efeknya yang akan meluas di berbagai pelosok negeri ini. Hanya kepentingan diri atau kelompok, perusahaan, bahkan partai. Polisi tentu saja mampu mengamankan berbagai gejolak sosial tersebut. Tapi, bukankah rakyat kita sendiri, negara kita, bahkan arwah pahlawan negara ini juga yang akan kecewa atas kesia-siaan perjuangannya, dan rugi? Terkesan jurnalis ingin Indonesia kacau dan hancur.

Gambar

Bila orang melakukan aksi hanya untuk kepentingan diri, kelompok, perusahaan, atau partai, bahkan jurnalis yang memberitakan fitnah, merupakan PENGKHIANAT NEGARA yang harus DITINDAK secara tegas.

Tidak semua masyarakat harus dibela. Masrakat pengacau keamanan dan merugikan negara, bahkan masyarakat yang tidak patuh hukum termasuk siapa saja yang tidak menanggapi kehadiran petugas keamanan Polisi berseragam, harus ditertibkan dan diberi sanksi yang tegas dan berat. Biarlah seluruh elemen bangsa ini sehati sepikir hanya membela rakyat Patriot Pancasila dan Proklamasi 1945, yang mencintai kedamaian, dan yang mencintai negeri ini.

CINTAILAH NEGARA INI LEBIH DARIPADA CINTA DIRI. TIDAK ADA PRIBADI YANG LEBIH BESAR DARIPADA NEGARA INI, NEGARA BERBENDERA MERAH PUTIH BERNAMA INDONESIA!

SENJATA STANDAR BRIMOB Škorpion vz. 61 (SCORPION Sa vz.61)

Posted in AK 101, AK 102, Atribut, Brimob, FPU II, Polisi, Polri, Satuan III/Pelopor, VVIP with tags , , , , on 10 January 2012 by Roganda

Samopal vz.61 senapan mesin ringan Scorpion dikembangkan di Cekoslovakia pada tahun 1950-an oleh Miroslav Rybar. Awalnya itu dimaksudkan untuk unit pengintaian, pasukan khusus, perwira staf dan non-unit garis depan sebagai senjata pertahanan pribadi. Prototipe pertama diselesaikan pada tahun 1959 untuk militer Cekoslowakia pada 1961. Senapan mesin ringan ini diproduksi di bawah lisensi di Yugoslavia dan secara luas diekspor. Sebanyak 210.000 pucuk scorpion diproduksi dan telah digunakan oleh sejumlah negara.

Sub Detasemen 2 Detasemen B Satuan III Pelopor menggunakan ini dalam tugas khusus

Type Semi senapan mesin
Negara Asal Czechoslovakia
Tahun 1959
Kaliber 7.65 x 17 mm
Berat (kosong) 1,59 kg, [1.30 kg (2.87 lb) (vz. 61); 1.28 kg (2.8 lb) (vz. 61 E); 1.44 kg (3.2 lb) (vz. 82, vz. 83)]
Panjang 517 mm
Panjang (dengan popor dilipat) 269 mm
Panjang laras 112 mm 115 mm [(4.5 in) (vz. 61, vz. 61 E); 113 mm (4.4 in) (vz. 82, vz. 83)]
Kecepatan laju peluru 330 m/detik [320 m/dtk (1,050 ft/s) (vz. 61, vz. 61 E, vz. 82) 292 m/dtk (958.0 ft/s) (vz. 83)]
Kecepatan putaran tembakan otomatis 640 butir per menit [850 rounds/min (vz. 61, vz. 61 E); 900 rounds/min (vz. 82, vz. 83)
Kecepatan putaran tembakan manual 30 – 90 butir per menit
Kapasitas Magazen 10, 20 butir
Kisaran jarak jangkau 150 m
Jarak efektif 25 m (vz. 61, .32 ACP) – 50 m
Varian Scorpion dan modifikasinya

Varian (Jenis-jenisnya)

vz.68 Scorpion, versi diproduksi untuk digunakan infanteri, kal. 9 x 19 mm, dan popor tetap dari kayu;
vz.82 Scorpion, lebih kuat, amunisi Soviet 9  x 18 mm. Laras versi ini diperpanjang;
vz.83 Scorpion, kal. amunisi 9 x 17 mm (.380 ACP);
 Sa 361, kal. amunisi 9 x 19 mm. Ini adalah versi terakhir, diproduksi di awal 1990-an;
vz.91 versi semi-otomatis untuk sipil saja, kal. amunisi 9 x 19 mm.

sumber : http://www.military-today.com/firearms/vz_61_scorpion.htm

Pubertas, Alay, dan Ababil (Saduran berbagai sumber)

Posted in Ababil, Alay, Pubertas on 9 August 2011 by Roganda

Beberapa istilah yang sedang booming belakangan ini yang mengundang keingintahuan arti dan siapa saja yang termasuk ke dalam golongan tersebut.

Pubertas

Berasal dari kata puber yaitu pubescere yang artinya mendapat pubes atau rambut kemaluan, yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual. (Menurut Monks-2002: 263)

Batasan remaja menurut WHO :
Dalam tumbuh kembangnya menuju dewasa, berdasarkan kematangan psikososial dan seksual, semua remaja akan melewati sebagai berikut:
a. Masa remaja awal /dini (Early adolescence) umur 11 – 13 tahun.
b. Masa remaja pertengahan (Middle adolescence) umur 14 -16 tahun.
c. Masa remaja lanjut (Late adolescence) umur 17 – 20 tahun.
(Soetjiningsih, 2004).

Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “Badai dan Tekanan”, sesuatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Pertumbuhan yang terjadi terutama bersifat melengkapi pola yang sudah terbentuk pada masa puber. Adapun meningginya emosi terutama karena anak laki-laki dan perempuan berada dibawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru, sedangkan selama masa kanak-kanak ia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-keadaan itu (Hurlock, 2004: 212-213).

link sumber
Masa remaja merupakan “badai dan tekanan”, masa stress full karena ada perubahan fisik dan biologis serta perubahan tuntutan dari lingkungan, sehingga diperlukan suatu proses penyesuaian diri dari remaja.
Tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan. Namun benar juga bila sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru. (Nurfajriyah, 2009: 1).

Periode yang terjadi pada masa pubertas :

    1. Periode depresi : akan berlangsung sekitar seminggu atau lebih, namun apabila depresi sudah terasa tidak wajar lagi (terjadi sampai berlarut-larut) mungkin ini disebabkan karena kecemasan atau kesulitan emosional.
    2. Periode kecemasan : cepat tersinggung, sangat agresif, suka menggerutu dan kasar atau kadang yang terjadi justru kebalikannya : bersikap kekanakan serta sangat tergantung kepada Orangtuanya.
    3. Periode kerewelan : Umumnya periode ini ditemukan pada Remaja Putri, misalnya dalam hal memilih pakaian, ataupun memilih makanan. Pada periode ini kaum Remaja Putri ada yang melakukan “diet ketat” untuk menjaga keindahan tubuh dan penampilannya, tapi ada juga yang justru melakukan sebaliknya yaitu lebih rakus dan tidak perduli pada penampilan.
    4. Periode pembangkangan : mulai belajar membuat keputusan sendiri dan bertanggung jawab, dan dapat dimaklumi selama tidak bertentangan dengan norma agama, norma kesusilaan, dan tidak membahayakan diri dan kesehatannya.
    5. Periode ingin tampil beda : Kebanyakan para Remaja mengalami periode ini, antara lain bisa terlihat dari caranya berpakaian, bergaya, berbahasa dan masih banyak lagi.

Alay

Atau anak layangan adalah para  remaja dari lingkungan luar kota (pedesaan) yang sedang berusaha keras mensejajarkan diri dengan lingkungan sosial agar terlihat keren dan trendy selayaknya remaja dari lingkungan perkotaan. (Istilah bahasa pergaulan remaja).

foto Google

Alay sudah pasti Ababil. Mereka masuk kelompok terbawah dalam strata sosial. Alay identik dengan narsisme, norak, dan budaya tidak baik seperti budaya konsumeris (belanja sekalipun uang sedikit).

Ciri-ciri Alay :

  1. Seolah sangat paham musik, khususnya musik Punk dan Hardcore. Tidak lengkap dan tidak keren tanpa jenis musik ini.
  2. Narsis foto gothic, foto ekstrim, bermain photoshop, dsb.
  3. Menulis seperti kaligrafi sehingga sulit dibaca seperti : RoyZz GuAn73nGzz, ™, ۞ ¤ۣۜ , hAi, mSa kMuwH cmZ l1at l!aT jA nhZ, aDD akuWhh dOnkzZ, L4gHie G4laaUu, dst.
  4. Sering menggunakan kata tanya “Demi apa?” seperti “Demi apa gak jadi ulangan fisika?”, “Demi apa si Roy ganteng?”.

Golongan Alay berdasarkan tulisan :

  • Pemula / Alay Beginner : ABG labil coba-coba menjadi Alay. Contoh:“seNank dech haTi sAaiia.. taDi paGi dianTeRin aMa paCaL duNd.. tapi biNund juGa, tumbEn yaCh paCaL ku saAiianK maO anTeL??” 
  • Menengah / Intermediete : menambahkan huruf-huruf pada kata ekstrim dan sulit dibaca. Sudah bertekad menjadi Alay. Contoh: “hErandTh juJJa.. kOgh, cAaiiaa gUgh iCa nGwerJaiNth sOaL mTemaTikha yUaaccH..? kaTa paCaLd, aaiiOO sEmaNgadTh beLaJard.. bIaL piNteRd..”
  • Tingkat Atas / High Level of Alay : menggabungkan angka dengan huruf. Contoh:“DucH Gw4 5aiianK b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aLin akYu ya B3ibh”.
  • Raja dari segala Raja Alay / King of Alay : dia telah menemukan jati dirinya sebagai Alay sejati setelah gagal menjad tukang odong-odong, gagal menjadi dokter, dsb, pimpinan tertinggi, dan merupakan panutan yang diagung-agungkan para Alay. Contoh: “hErandTh s4iiA m4 bH5a aLLa!! ii4nK an3H bIn nGaCo, Pi mAsEEch bNya6h aJj4 i!Ank m4k3.. p4kE iiAnK n0rMaLd Jj4 dUmMzz.. bH4sa gN!! m4h b!kiNdTh paLa pUs!inK dUaMzZ..”

Ababil

Adalah singkatan ABG (Anak Baru Gede) Labil. (Istilah bahasa pergaulan remaja). Istilah ini ada sejak 3 tahun lalu ketika booming microblog seperti Friendster, Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, dsb namun istilah itu populer di era Twitter.

Ababil itu merupakan suatu proses yang akan dilalui oleh setiap anak pada masa remaja menuju dewasa yaitu masa pancarian jati diri. Ababil merupakan istilah yang digunakan untuk mengejek remaja yang sedang mencari jati diri atau labil, dan secara terbuka telah menjadikan ini sebagai identitas kelompoknya.

link foto

Ababil lebih banyak mengekspresikan kreatifitas diri dengan meniru dan ikut-ikutan atau bahkan hidup statis tanpa coba mengasah daya kreasi dalam dirinya (kreatifitas kurang memadai dalam dirinya). Namun bila kreatifitas tidak dibekali cukup nilai-nilai norma susila dan agama, bisa membahayakan, terutama bagi seorang yang belum cukup kedewasaaan berpikirnya karena banyak ditemukan kreatifitasnya yang berbau pornografi atau foto mesum. Contohnya seorang pria Skotlandia umur 20 tahun bernama Ryan Lidel meninju nenek berumur 76 tahun di bagian kepala, menyeretnya ke tempat tidur dalam upaya untuk memperkosanya (“THE SUN” 3/6/2011).

Ababil itu belum tentu Alay, tetapi Alay sudah pasti ababil.

Ciri-ciri Ababil :

  • Berumur antara 12-20 tahun.
  • Belajar merokok dan bicara kasar.
  • Merasa selalu benar, cari perhatian dengan meributkan sesuatu.
  • Sering membicarakan idola kepada temannya atau di microblognya, mengikuti, hadir, teriak histeris di tempat idola berada, dan mengidolakan artis baru karena daya tarik fisik.
  • Bicara di belakang atau bergosip, serta senang keroyokan.
  • Pamer atau exhibitionist bagian tubuh (narsis foto), barang baru, atau ke tempat-tempat yang ramai dibicarakan seperti tempat makan dan minum remaja.
  • Mencurahkan isi hati di microblog dan membicarakan kegalauannya.
  • Mudah ditemukan di pusat perbelanjaan atau Mall.
  • Ikuti trend seperti membeli Blacberry, sepeda Fixie, pasang Bracket (Behel gigi), dsb.

JAGALAH PERILAKU KAMU AGAR TIDAK MAL

Selam Dasar (Scuba Dive)

Posted in Brimob, Satuan III/Pelopor, Selam Scuba - Diving with tags , on 22 June 2011 by Roganda

Waktu adalah kesempatan

Mustahil itu tidak ada

Rasa takut pasti ada dan harus dilawan sebab semua kegiatan pasti ada resiko.

Suatu pengalaman baru telah terjadi sebagai penyelam pemula di kedalaman laut 12-24 meter dimana tekanan bawah air sangat kuat dan menyakitkan telinga hingga pendaraahan karena kegagalan squeeze sinus saat descent (turun ke dasar air) dan barotrauma sinus saat ascent (naik ke permukaan air). Selama 8 hari (9-18 Juni 2011) dari total 12 hari yang direncanakan telah dihabiskan untuk belajar menyelam di beberapa lokasi dengan beberapa skenario permasalahan dan didukung dengan perlatan yang memadai. Latihan tersebut diikuti oleh 45 orang peserta, 15 instruktur internal, dan 1 instruktur eksternal dari POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) di Kolam Renang Teratai, Danau Universitas Indonesia, dan Perairan Pulau Karya Kepulauan Seribu. Latihan dimulai pukul 07.30 dan selesai pukul 16.00 setiap harinya.

Snorkeling di Laut

Ini adalah pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi pengetahuan bahwa olah raga ini termasuk olahraga dengan resiko kecelakaan yang tinggi. Setiap latihan setelah apel dan do’a terpimpin, para instruktur selalu memberikan senam pemanasan dan dilanjutkan menguji kemampuan renang dengan berenang sisi lebar bolak-balik, dilanjut sisi panjang bolak-balik dengan berbagai gaya renang termasuk menyelam tanpa alat bantu.

Scuba Diving di Laut

Untuk menjadi penyelam, fisik harus sehat dan kuat untuk mendukung kemampuan renang yang telah dimiliki. Penyelam akan diuji bertahan di dalam air tanpa alat.

Latihan-latihan yang dilaksanakan yaitu:

  • berenang tanpa alat bantu
  • menyelam tanpa alat
  • berenang dengan alat bantu google, maskr, dan selang snorkle, fin
  • maskr clearing
  • snorkle masuk air
  • memasang alat selam
  • equalizing tekanan bawah air
  • naik darurat ke permukaan
  • melepas scuba di dasar air
  • memasang scuba di dasar air
  • berbagi udara dengan buddy di dasar air
  • hand signal atau isyarat tangan
  • membuat register selam di Diver Log Book

Olahraga selam di Indonesia berwadah dalam organisasi POSSI atau ISSA (Indonesian Sub-aquatic Sport Association) yang berdiri pada Agustus 1977 di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan FOPINDO (Federasi Olahraga Perairan Indonesia) di tingkat Nasional serta berafiliasi dengan CMAS (Confederation Mondiale des Activites Subaquatiques) atau dikenal dengan World Underwater Federation.

Peralatan selam yang digunakan yaitu:

  1. Snorkel
  2. Mask
  3. Primary Regulator – Second Stage
  4. Buoyancy Control Device with Low-pressure Inflator (BCD)
  5. Alternate Air Source – Second Stage
  6. Cylinder
  7. Weight Belt with Weight Retainers and Quick-release Buckle
  8. Submarsible Pressure Gauge (SPG)
  9. Full-lenght Wet Suit
  10. Scuba Fins

Setelah menyelam resiko yang mungkin terjadi adalah tenggelam, pecah gendang telinga karena tekanan bawah air, pecah sinus hidung sehingga pendarahan, kejang otot, kedinginan, emboli udara, gagal jantung, keracunan udara dalam tabung yang tercemar CO, kehabisan udara, dsb. Yang sangat penting untuk mengatasi segala kemungkinan itu adalah dengan tetap tenang atau tidak panik.

Olahraga ini cukup menarik dan menyenangkan yang tidak jarang membuat ketagihan. Setelah selesai latihan tersebut, para peserta berhak mendapat sertifikat dan brivet (tanda kemampuan) selam dasar SCUBA DIVER-A1 (One Star) dan kedepan akan menjadi kader penerus hingga tingkat lanjutan serta dapat mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam dinas kepolisian baik dalam tindakan kepolisian maupun layanan kemanusiaan khususnya SAR ((Search and Rescue).

Tujuan Manusia Menikah

Posted in Uncategorized with tags on 20 April 2011 by Roganda

Tiba-tiba saja terpikir tentang tujuan menikah. Ada pertanyaan di dalam hati yang mungkin saja ini menjadi pertanyaan banyak orang. Banyak jawaban yang diberikan dari berbagai aspek tetapi penulis memiliki jawaban sendiri.

Pernikahan

Tujuan manusia menikah :

  1. Untuk melaksanakan perintah dan memuliakan Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Untuk mempertahankan spesiesnya di muka bumi.

Semoga tulisan ini dapat menjadi referensi bagi kita yang mencari jawaban atas pertanyaan “Tujuan Manusia Menikah?”.